Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam
Ucap pria itu dengan cemas
Hae-rin samar-samar mendengar suara seorang pria, perlahan kelopak matanya yang sangat cantik itu perlahan terbuka, pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah seorang pria yang sangat rupawan duduk tepat didepannya dengan wajah kawatir yang menghiasi wajahnya.
Tatapan mereka bertemu, seolah saling terpesona satu sama lain, degup jantung mereka tak beraturan, darah berdesir, kelopak bunga seperti bertaburan dalam hati mereka.
"Nona, kamu baik-baik saja?" Ucap pria itu kembali
"Kakiku terluka, tuan" Hae-rin sambil menunjuk luka dikakinya
Merasa kasihan pria itupun membantu Hae-rin