Renjana
jawabnya tegas, menolak bahwa dia memiliki rasa pada sahabatnya itu.
“Lah, terus sama siapa dong, kalau bukan sama Gabby, dia kan baik sama kamu,” sahutku tak mau kalah, secara logika yang mau berteman sama si ‘anak setan’ itu ya cuma Gaby.
“Namanya Bella, dia teman sekelasku, aku suka dia, itu dia!” katanya berlari sebelum melanjutkan ceritanya karena dia mengejar Bella yang kebetulan sedang berjalan di depan rumah “Bell, Bella tunggu aku!” pangil Dika ke seorang anak perempuan dengan kulit putih, badan gempal dan rambut dikucir dua, yang menyambutnya dengan senyum manis.
Bab Populer