Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

ujar Alif lirih. "Ya, sudah...putus saja. Nggak masalah kok buat aku, masih banyak kok diluar cowok yang lebih kaya dari kamu! Dan bisa menuruti apa yang aku mau!" Jawab Bella sewot. "Jadi kamu ikhlas kan melepas aku? Maaf ya Yank..." ucap Alif lagi.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
Istri Belian

Istri Belian

~Delima~ Aku melihat seorang wanita muda yang cantik sedang menatap Ben sambil berkedip genit. Dia salah satu pemenang lomba yang tadi makan bersama kami. Apa yang dia lakukan di sini? Bukankah acara sudah selesai? Lalu mengapa dia lancang sekali memanggil Ben dengan namanya saja tanpa gelar bapak seperti yang mereka lakukan di dalam? “Apa yang perlu diingat lagi?” Ben balik bertanya.
1049.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai belaian
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Meina H.
Cerita Delima dan Benedict berakhir sampai di sini. Terima kasih banyak sudah setia mengikuti kisah mereka sampai selesai, ya, teman-teman. ♡ Aku keasyikan bercerita sampai kelebihan 2 bab. Hahaha .... Semoga teman-teman tidak keberatan. Bagaimana menurut pembaca mengenai kisah mereka?
M V Cahyawati
Hai Meina, akhirnya selesai juga aku membaca kisah Delima dan Ben ini, gak menyesal aku bacanya, ceritanya sangat menarik hatiku, terimakasih atas karyamu yg sangat bagus ya..semoga semakin kreatif deh membuat cerita2 baru lainnya dan aku akan tetap menjadi penggemarmu..Salam sehat selalu buat Meina
Baca Semua Ulasan
Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

Dia pun segera pergi ke depan agar Mahes tidak menunggu terlalu lama. Mahes tertegun, sepasang iris hitam miliknya terpaku pada Bellia yang sedang berjalan menghampirinya. Gaun sabrina tanpa lengan berwarna merah muda melekat sempurna di tubuhnya. Rambutnya yang cokelat dibuat sedikit bergelombang di bagian bawah, menutupi bahunya yang terlihat sedikit terbuka. Bellia terlihat cantik sekali malam ini hingga membuat Mahes lupa berkedip.
1027.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
The Twins

The Twins

“Mas bilang aku juga manis dan sangat ceria. Intinya aku bisa memberikan energy positif jika Mas sedang bersamaku. Aku senang mendengarnya. Maka dari itu aku selalu berusaha agar selalu ceria apa pun yang terjadi.” “Yeah, wajahmu memang tampak seperti buah peach sih.” “Apa itu pertanda bagus?” telisik Bela sembari mendekatkan wajahnya. Matanya berkedip dengan imut. “Ya,” angguk Elang, tidak terpengaruh oleh pesona Bela. “Tentu itu pertanda bagus. Peach melambangkan keceriaan. Itu justru sangat bagus.”
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

Wanita itu terdiam beberapa menit dalam kebingungan sambil mengingat nama apartemen yang dikatakan Abian. Apartemen Belleza? Ah, Bellaze tidak asing di telinga Alia. Kalau tidak salah, itu adalah apartemen paling mewah. Eksklusif karena di hunian setinggi 20 lantai dengan view memukau, dan harga sangat mahal. Bisa dibilang Apartemen Belleza lebih mewah dari kelas hotel berbintang yang sedang Alia tempati. “Sayang, tolong ambilkan handuk!” teriak Abian dalam kamar mandi.
9.4181.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
BENDA PENGLARIS

BENDA PENGLARIS

BENDA ANEH PELARIS JUALAN BAKSO Chapter 8 "Permisi." "Assalamu'alaikum." Seorang wanita menggedor pintu sebuah rumah reot. Dia melihat sekeliling tapi tidak ada yang menyahut. "Mungkin orang nya sedang pergi." Gumamnya sendiri. "Waalaikum'salam, tolong." Dia mendengar suara sangat lirih dan paru tapi di mendegar jelas bahwa ada seseorang di dalam.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

Ara terjungkal ke belakang dan terlihat Ellen yang sudah memegang selang. "Selamat menanggung malu, Arabella," ucap Meyra yang lalu mengangkat handphonenya seperti orang sedang mengambil video.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Bela Lusia. Aaron justru tertawa lepas mendengar ucapan itu, ia mengangkat sebelah alisnya dan memasang tampang ragu. “Benarkah?” tanya Aaron dengan penuh ejekan. “Memang.” “Kalau begitu, gunakan mulutmu pada adik kecilku di bawah sana.... “ Lusia tidak langsung mengerti, tapi begitu ia mengerti, mulutnya langsung tertutup rapat.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai belaian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status