Sketsa Hujan
"Aksa. Aku minta maaf. Jangan berhenti menggambar hujan. Ketika aku pulang nanti, kamu akan tetap jadi orang pertama yang aku temui. Tolong, bersabarlah lebih lama. Jangan tutup bukunya dulu. Aku merindukanmu."
Jari Elang menekan tombol kirim.
Tepat pada detik itu, sebuah dentuman keras terdengar dari arah desa di bawah bukit. Generator listrik utama desa meledak akibat beban berlebih. Seketika itu juga, seluruh lampu di pemukiman padam. Di puncak bukit, menara BTS kecil yang dayanya bergantung pada aliran listrik desa ikut mati seketika.