BERCINTA DENGAN HANTU
Aku masih saja memejamkan mata, terbayang wajah cantik itu, matanya bulat, netranya coklat terang, alisnya tidak tebal juga tidak tipis terbentuk sempurna, hidung tidak semancung orang Eropa, tapi bagi orang kita itu termasuk mancung, tipis dan lancip di ujung, bibirnya tipis dengan menebal ditengah, dagunya oval, dengan kulit yang kuning, oooh aku mendekap erat gulingku, kucium tanpa sadar, aku membayangkan kalau dia sudah jadi istriku, aku tersenyum-senyum sendiri,
GROBYAK PRANG TANG TANG TANG….
“Apa itu...?” Darto kaget