Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Sejak kecelakaan tiga belas tahun lalu, tubuhku terluka dan aku tidak bisa mengandung. Tidak ada yang berani membicarakan hal ini di depan Rendra, tetapi tidak disangka, adiknya malah mengatakannya di depan para tamu saat pernikahan mereka. Suasana di tempat berubah canggung. Tatapan semua orang berfokus padaku. Rendra menggenggam erat tanganku, menampar adiknya, lalu berkata dengan tegas, "Meski Citra nggak bisa melahirkan, tetap hanya dia yang layak menjaga pusaka Keluarga Baskara!"
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

Septa membawa paket sembako tersebut dibantu oleh sopir. Sekarung beras berisi 25 kg terpaksa ditinggal di bagasi dulu, diambil nanti. Keduanya telah sampai di depan rumah Galang dengan teras menjorok ke jalan. ‘Tok tok tok!’ “Assalammu'alaikum,” ucap salam Septa, tetapi rumah tampak sepi tak berpenghuni, meski pintu rumah terbuka. “Sepi sekali, Non,” ucap Pak Sopir sembari melongok mencari keberadaan penghuni rumah.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Namun, saat ia nyaris mencapai pintu paviliun, sebuah bayangan muncul dari balik kegelapan tangki air. Baskara membeku. Jantungnya berpacu hebat. "Dari mana saja kamu, Bas? Jam segini baru kembali ke barak?" Baskara menoleh perlahan. Di sana berdiri Sekar, sang istri termuda. Ia tidak mengenakan daster seperti istri-istri lainnya, melainkan kain sarung dan kebaya sederhana, matanya yang sembab menatap Baskara dengan penuh kekecewaan.
1046.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

tanya Laras yang datang untuk beristirahat. "Kamu duluan saja, aku belum lapar!" sahut Rani yang tidak ingin makan. Selesai salat Laras kemudian makan malam dan bertanya, "Kamu kenapa sih Ran, lagi ada masalah?" "Nggak kok, aku cuma cape saja tadi habis dari Bogor," jawab Rani yang terdengar masuk akal. "Oh ya, cowok yang suka beli capucino hot siapa sih?" tanya Laras ingin tahu.
9.725.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

pesan Rangga tanpa semangat, matanya menatap lantai. "Habis, Mas," jawab suara wanita yang familiar. Rangga mendongak. Di balik etalase kaca yang berisi jengkol dan orek tempe, berdiri seseorang. Bukan Bu Tejo. Tapi Berlin. Berlin sedang memakai celemek Bu Tejo yang kedodoran, tangannya memegang sendok sayur. Matanya sembab. Rangga mematung. Berlin mematung.
10917 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Bu Sekar mengusap air matanya yang mengalir. Dari jauh Ajeng memperhatikan dua wanita yang amat ia sayangi saling berpelukan. Namun, ia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Lalu mereka mendekati keluarga Dimas yang tengah menikmati jamuan di atas meja. "Bagaimana besan makanannya?" Bu Sekar mendekat sekedar berbasa-basi. "Ini bukan ayam tiren, 'kan?" tanya Bu Ida.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
BERAS LIMA RIBU

BERAS LIMA RIBU

"Bang, biasa, ya! Berasnya lima ribu aja, telur dua butir sama terasi satu. Jadi 8.500 kan?" "Aduh, Mbak. Ini telurnya lagi besar-besar. Kalau satuan dua ribu! Jadinya sembilan ribu lima ratus," jawab Ahmad. Dia sedikit kesal karena di antara pembeli lainnya tidak ada yang membeli beras dengan harga lima ribu rupiah. Paling tidak beli seliter yang harganya tak kurang dari sepuluh ribu.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
Playboy Kampus

Playboy Kampus

“Kamu bisa diam tidak? Kalau tidak bisa diam, terpaksa aku berbuat kasar padamu!” “Silakan saja! Sekalian aku mati.” “Benar-benar cewe kurang waras” seru Beryl sambil memperhatikan sekelilingnya. Beryl merasa khawatir kalau ada yang melihat ulah gila cewe itu. “Kalau aku kurang waras, kamu mau apa?” masih dalam isak tangis, Ernasari menantang Beryl. “Aku hanya minta kamu berhenti menangis. Kamu punya nama apa tidak?”
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Mereka bawa sekarung beras dari kampungnya, langsung dikasi ke emak saat mereka baru tiba. Kamu nggak lihat, makanya kamu terus saja ngoceh. Takut banget kamu kehabisan nasi?” “Sekarung itu berapa banyak, Mak? Soalnya kan, ada beras kemasan yang lima kilo, sepuluh kilo ....” “Mereka ngasi sekwintal beras, katanya baru panen di sawah, jadi sengaja membawakan beras buat kita. Kamu sudah makan beras yang mereka bawa, rasanya enak, pulen, wangi. Beras seperti itu harganya 16 ribu sekilo, kalau di pasar dekat sini. Nah, beras sekwintal itu 100 kilo, kamu kalikan saja dengan harga 16 ribu.”
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
ISTRI 365 HARI

ISTRI 365 HARI

tukas Bagas lagi. Kara memejamkan mata, lalu membukanya lagi dengan rasa sesak luar biasa. "GAS BERHENTI BERSIKAP SEOLAH GAK ADA APA-APA!" teriak Kara tiba-tiba membuat Bagas yang sedang mengupas buah terkejut.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai beras sekarung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status