Di Balik Rupa Burukku
"Yah, baguslah ... Harganya saja segitu, aku gak perlu bagus, Bang. Yang penting bisa dipakai, sudah."
"Kapan kau menurut apa kata Abang? Selalu saja membantah. Abang masih sanggup membelikanku barang bagus, Abang gak miskin-miskin amat. Wanita secantik kamu, pantesnya dihargai mahal, dengan barang mahal, oke?"
Mendengar itu Aina malah mencebik, apa maksudnya aku dihargai mahal? Emang aku apa?
Hot Chapters