Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
"Aku tidak akan menilai benda ini dari harganya, tetapi aku akan menilainya dari siapa yang memberikannya, karena kamu orang yang memberinya, semurah apapun harganya bagiku sangat berharga."
Mutia tambah tersenyum lebar mendengar perkataan lelaki di hadapannya, kenapa lelaki ini dari tadi menyerangnya dengan kalimat Bucin seperti ini.
"Mas buka, ya?!" ujar Diaz.
"Nanti aja, mas. kalau aku sudah pergi dari sini. Aku malu."
"Gak perlu malu, seperti apapun yang kau berikan aku pasti akan menghargainya."