Saat Istri Bodoh Itu Pergi
Ia hanya menyampaikan apa yang selama ini ia pendam.
“Kamu tahu kenapa aku disebut bodoh?” lanjut Nara, suaranya bergetar tipis. “Karena aku bertahan terlalu lama di tempat yang terus melukai aku, sambil berharap semuanya akan berubah sendiri.”
Wajah di hadapannya terlihat kaku. Tidak ada bantahan cepat kali ini.
“Aku tidak bilang aku sempurna,” ucapnya akhirnya. “Tapi kamu juga tidak adil pergi begitu saja.”