Pura-Pura Mati
tegasnya, aku merutuki kebodohanku.
"Sejak itulah, Wa. Aku udah gak mau lagi ikut campur masalah rumah tangga kamu," sambungnya mempertegas, kalau dirinya pernah mengingatkan aku.
"Aku memang bodoh, Mas, hiks," tangisku, sesak. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini.
"Udahlah, Wa." Mas Nirwan menenangkan aku. "Percuma juga kamu tangisi. Semua sudah terjadi."
인기 회차