Tidak Untuk Dimiliki
Tangannya meremas sandaran kursi roda menahan keinginan untuk benar-benar mencekik sahabat gila nya itu.
"Oke, oke! Ampun, Bos!" Hasbi segera mengangkat tangan menyerah, meski sisa tawa masih membuat bahunya berguncang. Ia menarik napas panjang, berusaha menata kembali raut wajahnya menjadi serius. Namun, melihat Baskara yang memutar mutar kata tentang kelemahannya membuat Hasbi kembali ingin tertawa.
“Sikapmu seolah menertawakanku! Awas aja,” protes Baskara tak suka.