PENYESALAN
Ternyata lucu juga salah satu sisi sikapnya yang seperti ini, menggemaskan.
"Kenapa malah senyam-senyum sendiri, Nadia. Ayo naik," cetusnya lagi membuyarkan lamunanku.
"I-iya mas."
Mas Hasbi memacu mobilnya cukup kencang.
"Mas, hati-hati."
"Oh, kamu takut?" dia balik bertanya tapi pandangannya fokus ke depan. Ia sekilas melirikku lalu tersenyum.
Ia mengurangi kecepatan mobilnya. "Aku tau, kamu bukannya takut tapi kamu masih ingin berlama-lama denganku, iya kan?" ledeknya. Ia terkekeh melihat ekspresi wajahku.
인기 회차