Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BI-LA

BI-LA

Bita dan Kara langsung menatap Nila dengan tatapan kesal, “Mia itu lho, yang kemarin pas wisuda dapat IPK 3.9 nyaris sempurna banget.” “Oh, tau.” Nila ingat soal salah satu temannya yang mungkin emang tiap hari sarapannya buku, soalnya pinter banget. “Tapi, kok dia bisa tau –maksud gue, emangnya dia kenal Abu?” Bita menggeleng, “Namanya Biru. Kalau Abu sih, peliharaannya Aladdin.” Nila tertawa, “Iya, sorry. Maksud gue Biru.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as bi
Read
+Library
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbah
102.7K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as bi
Read
+Library
Bicara

Bicara

"Lo kemana habis ini, Bi?" Bian menoleh dan menjawab, "Biasa. Ke tempat bimbel." "Hidup lo belajar mulu deh perasaan. Kagak capek?" celetuk Tama. "Lagi try out, Tama! Ya wajar lah," sahut Arya.
7.5K viewsOn holdAdded to Library 150 Times as bi
Read
+Library
BEHIND

BEHIND

Bodoh! Pria itu memalingkan wajah, melirikku dari ekor mata. Jika ia benar-benar hendak membunuhku, pasti sudah ia lakukan tanpa harus membantuku ke luar dari celah tanah itu, 'kan? Ben. Seingetku namanya Ben Hardy. "Boleh kupanggil kau Hardy?" Ia tak menjawab, malah melangkah mendekat. Suara langkah kakinya sekarang bak simfoni kematian yang mengiringi jasad ke tempat kremasi.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as bi
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Pucuk dicinta ulam pun tiba, sebuah mobil dengan kilapan terang memasuki halaman rumah. Tepat di depan Joi, Baskara keluar dari mobil. Tak lepas kaca mata hitam dari pandangan Joi terhadap Baskara. Fantastik! "Gimana? Lo masih mau bilang mercedes benz palsu?" Tak menghiraukan, Joi jalan mendekati mobil. Kilapannya seolah membuat Joi terjerumus pada keserakahan. Ia mengelus bagian depan mobil. Lalu beralih atensi ke Baskara. "Lo ini sebenernya siapa, sih?"
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as bi
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

~Panggilan Berlangsung~ ‘Hallo, By?’ -Alaska ‘Iya hallo, By kayaknya kita gak jadi pergi deh sekarang. Soalnya, mereka bilangnya di undur.’ – Yesa ‘Hah? Berarti sekarang ini gak jadi yah?’ – Alaska ‘Iya gak jadi. Sorry ya, By.’ – Yesa ‘Iya udah deh, By. Gak apa-apa.’ jawab Alaska lesu karena mendengar jawaban dari Yesa yang membatalkan rencananya pagi ini.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as bi
Read
+Library
BIZARRE (Indonesia)

BIZARRE (Indonesia)

Tanya Adeline "Tidak apa-apa, aku hanya tidak tau harus melakukan apa hari ini" Reyna menggaruk kepalanya yang tidak gatal "ngomong-ngomong dimana Felix? Dia sudah bangun?" Tepat setelah kalimat tersebut diucapkan oleh Reyna, Felix terlihat di layar dengan wajah bengkak khas bangun tidur. Matahari kecil itu mengucek matanya sambil memanggil sang ibu. "Selamat pagi Felix" suara Reyna membuat anak itu menatap ke layar ponsel ibunya dan langsung tersenyum saat melihat Reyna dan Sicheng terpampang disana.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as bi
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
619 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as bi
Read
+Library
B A R C O D E

B A R C O D E

"Sayang sekali. Saya akan menaruhnya di bagian Anhänger terbawah. Bagaimana menurut Anda, Maddie? Gadis ini tidak bisa diharapakan." Maddie menaruh gelas yang berisikan teh hangat dengan anggun, lalu mulai berbicara sambil berdiri. "Anda salah besar jika menaruhnya di bagian bawah. Wild Florist adalah kekuatan yang sangat langka ditemukan. Justru, level satunya sudah sangat berbahaya. Jika ada sesuatu yang memancing amarahnya, maka akar liar mampu menghancurkan satu atau dua gedung. Kekuatan tersebut melebihi dari tenaga gurita yang sedang marah. Saya mengerti jelas
1.8K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as bi
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status