Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Barraberee

Barraberee

Fix, dia masih berpikir aku anak kecil. “Saya tidak berpikir kalau kamu itu masih kecil. Kalau itu yang kamu khawatirkan. Saya hanya ingin kamu terbiasa dengan keberadaan saya. Lagi pula saya tidak akan memaksa kamu untuk cepat-cepat menyukai saya.” Eh, kok Om Barra bicara begitu? “Nikmati prosesnya. Jangan terlalu terpaku dengan perasaan ragu itu. Kamu mau kan, berjuang bersama saya?”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Dia tumbuh buat bertahan, nggak manja meski keadaan tidak bersahabat.” Angin kembali menyapu, membuat bunga-bunga kecil itu bergerak serempak. Aira terdiam, menatap hamparan putih itu tapi pikirannya ke mana-mana. Ada sesuatu di cara Arsen mengucapkannya yang terasa lebih personal, seolah ia sedang membicarakan hal lain selain bunga. “Kedengarannya kuat banget,” gumam Aira pelan. Arsen tersenyum tipis. “Kuat bukan berarti nggak pernah sakit, Ai.”
10747 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Dia masih bisa ngomong kayak gitu! Yes! Aditya senang mendengar pernyataan wanita itu. “Berarti kalau udah begitu, boleh kan, kalau seandainya saya maju?” Nabila terdiam untuk berpikir, sehingga Aditya kembali berkata, “Jangan halangi saya untuk maju ya, Bila. Biarin aja semua mengalir apa adanya, seperti apa saya berjuang.”
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

"Nggak usah sok lemah deh." "Cepetan transfer, kalau nggak aku bakal ke sekolahmu buat bikin keributan, biar orang tahu kamu nggak peduli sama bapak kandung sendiri." Aku menatap taman di luar balkon. Bunga-bunga bermekaran sangat indah, merah seperti darah. "Rika." "Jalan yang kamu pilih sendiri, meski harus berlutut pun, jalani sampai selesai."
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN KEDUA

PERNIKAHAN KEDUA

Diadakan di halaman rumah kami yang luas dan penuh dengan bunga-bunga indah, sepertinya memang sangat serasi. "Aku serahkan semuanya padamu, Le. Mau tahu dengan pasti seleraku dan selera Diaz. Lu izinkan kau berkreasi sesuka hatimu." "Hah? Beneran?" Lea sumringah. Aku tahu imajinasi dikepalanya meledak-ledak. Aku tertawa melihatnya. "Asal jangan kamu suruh aku nyanyi aja di panggung nanti ya."
9.721.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Akhirnya Kumenemukanmu

Akhirnya Kumenemukanmu

Akhirnya Kumenemukanmu 3 Bak tumbuh dimusim semi, kembang-kembang bermekaran di taman hati. Tetapi ada yang membuat semuanya menjadi layu dan kemudian mati. Aku tak bisa mengatasi itu karena aku tak punya hak untuk memaksa kembang-kembang itu terus tumbuh. Aku hanya bisa menikmati setiap geraknya, meskipun terasa menyakitkan.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 842 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Dia berkata, “Hari itu, setelah membaca harianmu, aku baru menyadari nggak ada apa-apa di dalam pot bunga itu. Ternyata kamu sudah putus asa terhadapku sejak lama. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena begitu bodoh dan nggak menyadari apa pun. Tapi sekarang aku sudah menanam kembali benih mawar merah di dalamnya. Ketika bunga itu mekar, aku akan datang menemuimu.” Dia juga menambahkan, “Aku akan selalu menemanimu, dan melindungi mawar merah kita.” Aku terisak dan tidak bisa berkata-kata. Aku benar-benar tidak menyangka Reza akan mengucapkan hal-hal seperti itu. Aku juga tidak mengerti apa yang dia maksud dengan menemaniku. Saat ini, aku hanya ingin memeluknya. Seolah bisa mendengar
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

Kali ini captionnya membuatku ingin memaki. [Bunga yang indah mekar pagi ini. Andaikan aku adalah alasan utama basahnya dirimu, mungkin kamu akan semakin merekah!] Heh. Maksudnya apa dia? Menyebalkan! Apa dia tidak tahu, jika bunga yang semakin cepat mekar, maka bunga itu juga akan cepat layu?
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

Benih itu tersirami setiap hari hingga tumbuh bermekaran. Terkadang aku ingin bertanya seperti apa perasaannya padaku. Namun, setiap kali aku melihat foto Mbak Diana, aku selalu mendapatkan jawabannya. Ada rasa tak enak menyadarinya. Seolah bunga yang bermekaran ini terabaikan. Tetapi aku tidak mau kufur nikmat. Aku cukupkan apa yang membahagiakan bagiku. Cukuplah aku yang bahagia dengan bunga yang bermekaran ini. Aku tak perlu bunga yang sama darinya.
9.228.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai biarkan dia mekar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status