Rayuan Maut Para Tetanggaku
Aku harus berpindah dari Lia ke Risa, lalu ke Maya, memastikan semua form mereka benar.
“Risa, punggungnya jangan membungkuk! Tegakkan dada,” kataku, mendekat untuk membetulkan posisi tubuhnya.
Saat tanganku menyentuh punggung Risa, dia justru terkikik dan menoleh ke belakang, memberikan senyum genit.
“Aduh, Mas Bima! Dekat-dekat terus, jadi salah fokus nih,” katanya.