Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hold off

Hold off

Dia tiba-tiba teringat panduan Erik saat itu. Melihat ada jembatan bambu, Mika berjalan beberapa meter lalu belok ke kiri. Mika menyerngit saat menyadari dia salah belokan, alhasil Mika kembali ke jembatan bambu untuk memastikan belokan mana yang benar.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Pendekar Lembah Iblis

Pendekar Lembah Iblis

Limey menunjuk tangannya, “Belum yakin juga. tapi kita coba ke utara.” “Apa itu ke arah keluar? Bagaimana kamu tahu utara atau selatan?” tanya Kinan heran. Limey menghela napas, lalu berkata, “ Kita lihat sarang laba-laba saja.” “Kenapa dengan sarang laba-laba?” “Laba-laba suka membuat sarang menghadap selatan. Kita ambil arah sebaliknya.” Terang Limey kemudian.
1029.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai muka miring sebelah
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Langit Biru
hai teman semua\^^/ senang bisa menulis sebuah cerita silat. cerita yang sudah aku buat sejak tahun 2004, cuma belum sempat kuselesaikan karena kesibukan. aku berencana menyelesaikan novel ini disini, menyajikan petualangan seru tentang para ketua muda dari lembah iblis. selamat menikmati\^^/
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bianca yang merasa diabaikan langsung menatap Manda dengan wajah tidak terima. “Kau memalingkan wajah saat kuajak berbicara?” tanya Bianca dengan nada geram khasnya. Mendengar geraman itu, Manda langsung membuang napas. “Oh, kau sedang berbicara denganku? Maaf, tapi kau berada di timur, mataku sakit saat melihat matahari terlalu lama,” jawab Manda tanpa ada ketakutan dalam wajahnya. Mendengar jawaban itu, Marsha menahan diri untuk tidak percaya, sungguh jawaban yang amat tidak terduga. Marsha hanya bisa menjadi penengah antara dua kubu dengan sifat yang saling bertolak belakang, ia harus netral.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Ketika Adikku Inginkan Suamiku

Ketika Adikku Inginkan Suamiku

tanyanya sopan dan ramah. “Toilet sebelah mana, ya?” tanyaku dengan ekspresi seolah kebelet. “Oh, di sebelah sana, Mbak, lurus aja, belok kiri, nah lurus lagi, belok kana. Silahkan, ya, Mbak!” jawbanya sambil menunjuk arah yang dimaksudnya. Alhamdulillah, rencanaku berjalan sukses. Pipet minuman telah berhasil kutukar dengan gerakan cepat.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Pesona Pembantu Cantik

Pesona Pembantu Cantik

“Ya, cuma rumah ini saja yang bisa melihat rumah sebelah dengan jelas. Di sisi kiri rumah itu ada taman dan tembok tinggi.” “Ooo ….” Mawar mengangguk. Hal ini agak aneh baginya, kenapa hanya satu sisi rumah saja yang temboknya tinggi, sama seperti rumah ini. “Jangan lama-lama di balkoni. Dingin. Nanti masuk angin lagi.” “Ya, Bi, sebentar lagi masuk.” Mawar mengangguk dengan lemah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Ia berdiri tepat di sisi Sekar, cukup dekat sehingga sudut lengannya nyaris menyentuh lengan perempuan itu. Tangannya tidak menyentuh peta. Ia hanya menunjuk, satu jari terarah ke bagian barat kain usang itu, ke sebuah celah sempit yang tidak diberi tanda apa pun. Tidak ada lingkaran merah. Tidak ada penanda sama sekali. "Jalur ini," ucapnya. Sekar memandang ke arah yang ditunjuk. "Itu bukan jalur. Itu retakan di antara dua bukit. Sempit, tidak rata, tidak bisa dilalui peti-peti besar."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Anak Dewa menjawab santai sambil memindahkan persnelling mobilnya. "Lho... lho kita mau ke mana ini, Bang? Mobil yang lain pada berjalan lurus kok kita malah belok sih?" Embun mulai panik. Dia agak merasa was was dengan arah jalan yang dipilih oleh Anak Dewa. Jalannya lebih kecil dan tampak sepi. Kanan dan kiri terlihat dipenuhi dengan pohon-pohon besar yang rimbun. Walau pun tidak bisa di pungkiri kalau jalan ini terlihat amat sangat cantik dan asri.
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Mika berada di anak tangga teratas ketika melihat Rania membekap mulut Adien sementara satu tangannya yang lain mengacungkan pecahan kaca di depan mata Adien. Jaraknya dengan pecahan kaca sangat dekat sehingga dapat melukai Adien kapan pun jika wanita itu sembarang bergerak. Mika berlari turun. Ia menguatkan pijakan kakinya yang masih terasa kebas agar tidak jatuh.
9.910.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Maka Paeruncing dan Paelancip kini menyerbu dari samping kiri dan kanan! Jin Muka Seribu yang masih tertawa-tawa mengejek Tringgiling Liang Batu menjadi kaget ketika tiba-tiba dua ekor landak itu melesat ke arahnya dari dua jurusan. Sambil membentak marah makhluk bermuka empat itu mundur satu langkah lalu pukulkan tangannya kiri kanan ke samping!
9.5243.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai muka miring sebelah
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Budak Kesayangan Pangeran Buta

Budak Kesayangan Pangeran Buta

“Ini bukan lagi penyelundup biasa.” “Memang bukan dari awal.” Suasana menjadi berat. Ming Zhu yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekat. “Anak panahnya datang dari arah barat,” katanya. “Sudutnya rendah bukan dari atap utama.” Su Mu menoleh padanya, sedikit terkejut. “Kau sempat memperhatikan?” “Tidak. Hanya melihat polanya,” ujar Ming Zhu.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai muka miring sebelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status