Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Sinar matahari menerpa, di balik stoking tipis yang nyaris transparan ini terlihat sangat jelas jari-jari kaki dan betisku. “Kau nggak keberatan, ‘kan?” “Nggak apa-apa, kau yang lebih capek.” Suara Marto menelan ludah terdengar sangat jelas. Aku pun membungkuk dan berpura-pura memijat betisku. Aku tahu dia bisa melihat payudaraku dengan jelas dari sudut pandangnya. Napas Marto semakin berat, bahkan layar laptop di ranjangnya pun terhenti di satu gambar.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Bersiap lari kalau sampai Elang kalah berduel dengan hantu dan pingsan. Elang menyalakan flash light di ponselnya karena gundukan hitam besar itu berada di area yang tidak tersentuh cahaya lampu motor Amanda. Tak lupa Elang memanjatkan doa lebih dahulu sebelum kembali menegapkan langkahnya mendekati gundukan hitam besar. Karena lawan tanding Elang kali ini bukan manusia biasa tapi hantu yang tidak bisa dirobohkan dengan pukulan atau tendangan. Hanya dengan bantuan Tuhan lah, hantu dapat dilenyapkan.
900 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Dalang Dibalik Kematian Kakakku

Dalang Dibalik Kematian Kakakku

"Bagaimana, apakah masih sakit?" Astaga, Alina memang tidak paham bahasa isyarat. Padahal yang dimaksud Bima adalah hati, perempuan itu malah menanggapi serius. "Sudah sembuh, obatnya hanya melihat bidadari bumi." Hah? Alina malah menautkan alis tambah bingung. "Bidadari? Siapa?" "Siapa mungkin," jawabnya asal. Random sekali, begitu yang dirasakan Alina. Mungkin terlalu cepat waktu membawanya ke masa depan padahal masa lalunya belum kelar.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

Kemari jangan malu-malu,” panggil Barlder melambaikan tangan ke arah perempuan yang tersenyum manis. Perempuan muda itu bernama Aloria Albiano. Anak yang pemalu, cantik, dan ramah. Dia penyihir seperti Arthur dan Angellia. Arthur terpesona, menyadari ada perempuan manis dan cantik dihadapannya. Mereka saling beradu tatapan dan tersipu malu. Aroon mengerutkan dahi dan menggelengkan kepala. Lalu menyikut anaknya agar menjaga pandangannya. Leo sangat mengagumi keunikan pasangan suami istri itu. Membayangkan, pasangan yang memiliki kekuatan luar biasa. Disatukan dengan cinta dan pernikahan. Leo hanya tersenyum simpul dan membayangkan kisah cinta orang tuanya. Sepintas dia mengingat ayahnya, kala
102.2K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

suara dengan tepukan pelan di pundaknya menegurnya. "Oh, Bi - Bibi Syam?" Syadilla tergagap. Buru buru disimpannya semua uang itu ke dalam tas. Gadis itu lalu tersenyum manis dan berkata, "Aku tidak apa apa, Bibi!" "Hmm, syukurlah kalau begitu," Bibi Syam bergumam. Lalu mata tuanya yang masih awas menatap jauh ke langit. Mendung telah menggelayut. Hingga bulan dan bintang yang tadinya bersinar cerah tertutup karenanya. Dan langitpun menjadi nampak seperti hamparan permadani hitam yang Maha luas.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

“Kenapa? Lo sekarang malu. Karena ketahuan udah nyerahin tubuh Lo ke Bisma.” “AKU GAK SUKA DIA.” Melati yang sudah sangat terluka hatinya, akhirnya berteriak. “Sedikit pun gak pernah.” Sinta dan teman-teman hanya tertawa. “Ooh … Berarti karena Lo cewek matre yang mau manfaatin kekayaan Bisma.” “Gak! Stop bicara seperti itu.” “Terus apa yang ngebuat Lo mau pacaran sama Bisma? Kalau bukan cinta dan Uang.”
106.6K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Mata bening itu terlihat mengembun. "Tolong lepaskan saja Aku, Mas. Tidakkah kamu ingin melihatku bahagia?" Dia kembali memohon. Kali ini suaranya bergetar. Bulir bening itupun akhirnya jatuh di kedua pipinya yang mulus. Pemandangan yang sangat jarang aku temukan. Zahra menangis dan memohon di hadapanku. Haruskah aku mempertahankan keegoisanku untuk tetap ingin bersamanya? Sementara hal itu justru membuatnya menderita?
9.6289.6K viewsCompletedAdded to Library 11.0K Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
Pesona sang Biduan

Pesona sang Biduan

seru Tiara, "Kenapa Tiara? Ibu di sini di dapur." "Bu aku punya kabar gembira untuk Ibu, tau enggak tadi di warung bukde Mayang Tiara mendapat tawaran pekerjaan," ucapnya menggebu-gebu. "Kerjaan apa Nak!?" Tanya Bu Ratri penasaran dengan pekerjaan yang di maksud. "Menjadi biduan bu, kata bukde Mayang penghasilan sekali manggung lumayan 'loh."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as bidadari bermata bening
Show Reviews (15)
Read
+Library
Damita palullungan
semoga nanti kehidupan Tiara dan ibunya membaik, terus berjuang ya Tiara banyak sahabat yang mendukungmu, at least aku gak suka sama Erwin disini, laki laki buaya liat perempuan yang cantik maunya main embat aja huhhh
Agungs Yud
saya selalu menyukai cerita tentang wanita yang kuat, tegar dan mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya, sama seperti sosok Tiara dalam cerita ini, dan semoga pertemuan dengan Erick bisa menjadi jalan baik dalam hidupnya. sukses Tiara #agungyudistira
Read All Reviews
Mati Kembar

Mati Kembar

Tiba-tiba Andita berceletuk, “Nasi goreng buatan Mama memang selalu the best, deh,” Aku tersenyum bahagia ketika melihat kekompakan mereka. Rasanya tak ingin melewatkan waktu yang indah ini. Aku menatap wajah Beni dengan saksama, terdapat gurat kebahagiaan di sana dan matanya juga meneduhkan hati ini. “Andin, Andita! Weekend ini kita ke taman wahana yang banyak permainan aja, gimana?” tanya Beni yang tiba-tiba buatku kaget mendengarnya.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 209 Times as bidadari bermata bening
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status