Pendekar Naga Petir
Di depannya, seekor Serigala Merah berputar mengelilinginya dengan geraman pelan.
Serigala itu ramping, otot-ototnya tegang, matanya menyala merah, dan liur menetes dari taring tajamnya.
Itu bukan hewan biasa — binatang buas peringkat dua, terkenal karena kecepatannya yang sulit diikuti mata manusia.
Qin Shan menghela napas pelan. “Kalau aku tak cepat, anak itu takkan selamat.”
Ia melangkah maju.