ELLIA
Kedua daun telinganya bergetar-getar, ketika menangkap suara-suara mereka, suara-suara binatang dihadapannya, suara-suara binatang disekitarnya, berbicara dengan bahasa manusia, yang ia mengerti.
Buru-buru Ellia mendekap kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya. Pikirnya, semua yang ia dengar hanyalah rentetan perkataan batinnya. Bukan perkataan binatang-binatang itu!
Tak sampai 5 menit, dengan was-was perlahan Ellia menurunkan kedua tangannya dari kedua telinganya. Pendengarannya menelisik kembali suara-suara di sekitar yang seketika sunyi. Tak ada auman, raungan, geraman dari mereka para harimau yang masih menatapnya dari balik jeruji besi.
Hot Chapters