Om Duda!
Samudra sudah sampai di rumahnya, setelah memarkirkan mobil di parkiran, lelaki itu baru saja akan berjalan berjalan untuk membuka pintu rumahnya, bersamaan dengan munculnya mobil milik Naisya.
Samudra menunggu si pemilik mobil keluar dari sana. "Habis dari mana Ais?"
"Habis keluar sebentar, cari udara segar, Abang." Saat mengatakan itu, suara Naisya terdengar lesu.
Keduanya berjalan memasuki rumah beriringan. "Tadi Abang ketemu dokter Basri, dokter yang nanganin kamu."
Naisya mendongak menatap Samudra, lalu mengangguk sekilas. Seolah pembicaraan Samudra sama sekali tidak membuatnya tertarik.