KUNTILANAK MERAH
Dan lebih seram lagi: ciloknya enak.
Bima, murid kelas 6 yang terkenal tidak punya rasa takut, jadi orang pertama yang nyoba.
“Apa pun yang bisa dikasih saus tiga lapis, pasti gua makan,” katanya.
Ia mendekat, menyodorkan uang seribu. Penjual itu tidak bicara. Ia hanya menatap Bima dengan senyum lebar yang... lebih mirip sobekan.
Tangannya kurus, tapi gesit. Dalam hitungan detik, Bima sudah memegang tusukan cilok dengan saus merah menyala, lebih merah dari darah hasil jatuh dari sepeda.