Terjebak Pesona Bos
gue pukul meja pelan,
Sekilas gue ingat ucapan salah satu anaknya babeh, gue coba telepon karena dia kasih nomor teleponnya, dan untungnya gak gue jadi robek.
“haloo”
“ini gue hara,”
“oh ya kenapa?”
“tadi lo bilang kan lakuin apa aja demi babeh resin?, asal masih berurusan dengan uang?”
“ia betul, ada apa?”
“kita bisa ngobrol nanti, ada sesuatu yang mau gue bahas”
“oh boleh, kasih tau waktu dan tempatnyya” ucapnya seperti tak kebaratan,
“okeh, terima kasih mas roy” ucap gue, lebih sopan dikit, gue minta ke salinan semua berkas ke papa soal pasar dan berhubungan dengan itu semua, dan bertemu sekitar dua hari lagi. di cafe,
Sikat na Kabanata