Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Hera membuka kedua matanya ketika merasakan sapuan lembut pada sisi wajahnya secara tiba-tiba. Gelombang air yang bergerak cukup membuat gadis itu terkejut. Hera menoleh kearah kanan, dimana ia yakin akan kehadiran seseorang disebelahnya. "Siapa?" "Teratai." Bisikan itu sontak membuat Hera merasakan jantungnya berdegup cepat, sebelah tangannya terulur untuk meraih bunga teratai yang menyentuh sebelah pipinya itu.
1093.0K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as ter haar
Read
+Library
She Is

She Is

Laras tertawa dan katanya, “Memang kamu Tuhan? Apa kamu lupa kharisma yang ada di dalam dirimu itu?” “Kharisma?” Widi balik bertanya. “Kamu memiliki sesuatu yang terpancar dari dalam sini.” Laras menunjuk ke arah dada Widi. “Sesuatu yang tak dimiliki oleh semua perempuan. Dan, yang dapat melihat itu adalah pria yang benar-benar melihat sisi lain darimu.” “Mana mungkin, Mbak.” Widi masih saja menolak. “Aduh … adikku ini benar-benar rendah hati, ya.” Laras terkekeh. “Lucu banget kamu. Pantas saja Almero dan Jeje menaruh hati yang begitu dalam.”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as ter haar
Read
+Library
Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

“Ya maklum aja, gue kan nggak semurah lo, Cepupu Pelebut Pacal Olang!” “Aku nggak rebut Heru! Dia yang milih aku!” balas Tari tak terima. Lea kembali melongo dan menatap Heru yang gelagapan. “Bisa nggak sih, gue pinjam tongkat sihir Harry Potter buat ngirim nih makhluk berdua ke kutub utara?” batin Lea menahan kesal. Dengan senyum kemenangan Tari berkata, “Kaget kan, lo?”
102.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as ter haar
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

jawabnya final "Baiklah, ayah tunggu dibawah" Ara segera mencari dress yang ada di lemarinya, lalu memakainya. Tak lupa juga memberikan sedikit polesan natural di wajahnya Satu kata untuk Ara, perfect. Dress berwarna navy, rambut yang digerai membuat kecantikannya bertambah berkali kali lipat Ara turun dari kamar dan terlihat ayah, mama dan Ameyra sudah duduk di sofa menunggunya
106.9K viewsOngoingAdded to Library 261 Times as ter haar
Read
+Library
Shirea

Shirea

Namun dibanding gaun lainnya, gaun pengantin adalah gaun terindah yang pernah kupakai selama ini, begitu suci dan sakral. “Nona.” Bibi Athea terlihat bahagia namun terlihat sedikit guratan kegelisahan di dahinya. “Aku akan memasang mawar merah ini di rambutmu.” Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk. “Nona, putri Chelia sangat ahli bermain pedang. Kuharap, aku bisa merias rambutmu untuk seterusnya. Aku takut sekali.”
109.9K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as ter haar
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as ter haar
Read
+Library
Accidentally Married

Accidentally Married

“Tak kenal, maka tak sayang.” Hera tertunduk dan menghela. Kemudian ia beranjak keluar dan membiarkan buku serta ponselnya tergeletak di meja makan. Tidak ada yang perlu dibawa, karena Hera tidak pergi ke mana-mana. “Halo, Mas,” sapa Hera ketika baru melewati pintu dan berada di teras. “Katanya mau jemput jam sebelas.”
1055.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as ter haar
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

titahnya menatap Alex, setelah ucapannya tak digubris oleh Verdi. "Siapa?" "Hellenaidan." Berbeda dengan Alex, ia malah mengacungkan jempol kanannya dan memberi seulas senyum yang sangat mematikan baginya, hingga membuat cewek itu bergegas lari dengan menahan senyumnya dan hati yang masih berbunga-bunga.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as ter haar
Read
+Library
TARO

TARO

Jelas-jelas tadi dia yang bilang kalau tidak apa-apa. Mata kami bertemu tatap. Astaghfirullah, zina mata, istighfar. Dapat kulihat dengan jelas alisnya yang begitu tebal, bola mata coklat muda, serta rahang yang kupikir sangat kokoh karena rahang itu mampu menciptakan ketegasan di wajahnya. “Baiklah. Nanti aku akan bilang pada pelayan di sini untuk meminjamkanku stop kontak. Kebetulah di mobilku ada hair dryer. Akan aku bantu untuk mengeringkan bajumu.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as ter haar
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as ter haar
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status