Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Hera membuka kedua matanya ketika merasakan sapuan lembut pada sisi wajahnya secara tiba-tiba. Gelombang air yang bergerak cukup membuat gadis itu terkejut. Hera menoleh kearah kanan, dimana ia yakin akan kehadiran seseorang disebelahnya. "Siapa?" "Teratai." Bisikan itu sontak membuat Hera merasakan jantungnya berdegup cepat, sebelah tangannya terulur untuk meraih bunga teratai yang menyentuh sebelah pipinya itu.
1092.5K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as ter haar
Read
+Library
She Is

She Is

Laras tertawa dan katanya, “Memang kamu Tuhan? Apa kamu lupa kharisma yang ada di dalam dirimu itu?” “Kharisma?” Widi balik bertanya. “Kamu memiliki sesuatu yang terpancar dari dalam sini.” Laras menunjuk ke arah dada Widi. “Sesuatu yang tak dimiliki oleh semua perempuan. Dan, yang dapat melihat itu adalah pria yang benar-benar melihat sisi lain darimu.” “Mana mungkin, Mbak.” Widi masih saja menolak. “Aduh … adikku ini benar-benar rendah hati, ya.” Laras terkekeh. “Lucu banget kamu. Pantas saja Almero dan Jeje menaruh hati yang begitu dalam.”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as ter haar
Read
+Library
Shirea

Shirea

Namun dibanding gaun lainnya, gaun pengantin adalah gaun terindah yang pernah kupakai selama ini, begitu suci dan sakral. “Nona.” Bibi Athea terlihat bahagia namun terlihat sedikit guratan kegelisahan di dahinya. “Aku akan memasang mawar merah ini di rambutmu.” Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk. “Nona, putri Chelia sangat ahli bermain pedang. Kuharap, aku bisa merias rambutmu untuk seterusnya. Aku takut sekali.”
109.8K viewsCompletedAdded to Library 371 Times as ter haar
Read
+Library
Utari

Utari

ucap salah seorang pengawalnya itu. "Ceroboh kalian ! Cabut !" perintah Pak Tegar kepada pengawalnya. Lalu mereka semua pergi tanpa rasa belas kasih sedikitpun. Setelah mereka semua pergi. Utari keluar dari persembunyiannya perlahan. Dia menghampiri Ibunya yang sudah tak bernyawa lagi. "Buuu...." seru Utari. Namun Ibunya hanya diam seribu bahasa dengan mata yang tertutup.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as ter haar
Read
+Library
Accidentally Married

Accidentally Married

“Tak kenal, maka tak sayang.” Hera tertunduk dan menghela. Kemudian ia beranjak keluar dan membiarkan buku serta ponselnya tergeletak di meja makan. Tidak ada yang perlu dibawa, karena Hera tidak pergi ke mana-mana. “Halo, Mas,” sapa Hera ketika baru melewati pintu dan berada di teras. “Katanya mau jemput jam sebelas.”
1054.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as ter haar
Read
+Library
Batas Tipis Benci

Batas Tipis Benci

Kue ulang tahun Terryn akan dipotong dan mamanya memintanya turun segera. Bergegas Sheira mencuci mukanya dan memoles make up tipis-tipis agar matanya yang sembab bisa disembunyikannya. Beberapa menit kemudian Sheira turun bersama Vero. Panji mengawasi langkah Sheira dan firasatnya mengatakan ada sesuatu yang sedang disembunyikan adik angkatnya itu.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as ter haar
Read
+Library
TARO

TARO

Jelas-jelas tadi dia yang bilang kalau tidak apa-apa. Mata kami bertemu tatap. Astaghfirullah, zina mata, istighfar. Dapat kulihat dengan jelas alisnya yang begitu tebal, bola mata coklat muda, serta rahang yang kupikir sangat kokoh karena rahang itu mampu menciptakan ketegasan di wajahnya. “Baiklah. Nanti aku akan bilang pada pelayan di sini untuk meminjamkanku stop kontak. Kebetulah di mobilku ada hair dryer. Akan aku bantu untuk mengeringkan bajumu.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as ter haar
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as ter haar
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status