Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Ia masuk ke dalam ruangan tempat Tiffany terbaring tanpa daya. "Tiff, lagi - lagi Kamu melewatkan sarapanmu. Bangun ya, Nak. Mama kangen banget sama Kamu. Bangun, Sayang. Mama suapin, ya? Kamu mau makan apa?" Kata Kirana sambil menggenggam tangan Tiffany.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Siti langsung menoleh dan menghentikan makannya. "Iya, Sister." "Kamu makan nasi sepiring di pagi hari?" Siti hanya mengangguk dengan polos. Semua orang jadi ikut tegang, seolah mereka yang tau sifat Tiffany mulai menebak apa yang ia komentari kali ini. "Itu seperti bom kalori, Sayang. Aku tidak bisa membayangkan perutku bekerja sekeras itu di jam 8 pagi." Siti tersenyum dengan tipis, bingung akan mengatakan apa lagi.
108.0K viewsOngoingAdded to Library 281 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Takdir Baru: Istri Kontrak Sang Mafia

Takdir Baru: Istri Kontrak Sang Mafia

Tiffany duduk sendirian di ujung meja panjang porselen putih, menatap secangkir kopi hitam tanpa gula yang uapnya mengepul tipis ke udara. ​"Tuan Besar sudah berangkat sejak pukul empat pagi tadi, Nyonya," ucap kepala pelayan paruh baya sembari meletakkan sepiring roti panggang dan selai blueberry di dekat tangan Tiffany. ​Tiffany hanya mengangguk pelan, menyendok sedikit selai tanpa minat yang besar untuk menghabiskan seluruh porsi sarapannya pagi ini.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Dimanja Suami Pembawa Sial

Dimanja Suami Pembawa Sial

Pagi ini, dia juga bangun lebih awal dari biasanya. Kedua pelayan itu seketika merasa panik. Apa mungkin nyonya mereka menyindir mereka bangun kurang pagi? Ketika hendak menyiapkan sarapan, mereka baru menyadari bahwa meja sudah dipenuhi makanan. Telur, sayur, daging, dan panekuk. Pelayan yang terkejut pun hendak bertanya, "Nyonya, semua ini ...." "Semua ini buatanku." Tiffany tersenyum. "Aku nggak tahu suamiku suka makan apa, jadi aku masak seperti yang disukai nenekku."
9.7340.1K viewsCompletedAdded to Library 10.2K Times as breakfast at tiffany's
Show Reviews (49)
Read
+Library
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Iin Hidayati
Aku gk perduli kapan tamatnya karena ceritanya menarik dan jg kelihatannya masih lama ni berjalan nya. CUMAAA.... Please update nya banyakan jangan cuma 4 bab, baru aja baca udah habis. Hadech... Nafsu membacaku belum terpuaskan. Tolong dong author.
Read All Reviews
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

Tak ketinggalan, ia pun menyiapkan cokelat hangat untuk kedua temannya itu. Usai selesai menyiapkan dua porsi sarapan, Tiffany segera meletakkannya pada food strolley. Ia pun lekas menuju ruangan pribadinya ketika sudah mulai pukul lima lewat beberapa menit. Tuk tuk tuk. Tiffany mengetuk pintu ruangannya dengan wajah yang berseri. Padahal, semalaman ini ia sama sekali tidak tidur. Wanita itu habis bergadang untuk menyelesaikan pekerjaannya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

, atau headline terfavoritnya adalah “James Winston burned the Wimbeldon court by a passionate kiss to girlfriend!” Lalu headline di tabloid gosip langsung menyorotnya dengan headline, “James Winston’s new hottie, dazzled In Todd MacMillan’s Golden Halter Dress.” “Skyrocketting fashion editor-in-chief snagged the prince of the grass court! Steal the looks of Alexandra Walters’!”
84.8K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Menantu Paling Luar Biasa

Menantu Paling Luar Biasa

Setelah selesai memasak, Tommy menata semua makanan dengan rapi di atas meja makan: semangkuk sup hangat, telur dadar yang digulung rapi, nasi putih, serta teh melati hangat dalam teko kaca. Pukul tujuh pagi, Tiffany bangun dari tidurnya. Dengan langkah ringan ia menyusuri lorong menuju dapur, lalu menghentikan langkahnya begitu mencium aroma yang begitu dikenalnya. “Mmm… harum sekali,” gumamnya sambil tersenyum. “Selamat pagi,” sapa Tommy sambil membalikkan badan, wajahnya cerah. Tiffany tersenyum dan menatap meja makan. “Tommy… kamu masak makanan favoritku?”
101.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Atas permintaan Dewa semalam, sarapan harus disajikan di balkon, lengkap dengan alat pemanas luar ruangan yang sudah dinyalakan untuk menghalau dinginnya musim dingin. ​Lily melangkah menuju balkon, dan dia kembali terkesiap. Menara Eiffel berdiri dengan megah di hadapannya, puncaknya seolah menembus kabut pagi yang tipis. Di meja bundar kecil itu, sudah tertata rapi croissant yang masih hangat dan renyah, omelet truffle, berbagai macam keju Prancis, buah berry segar, serta dua cangkir kopi latte dengan busa yang sempurna. ​"Mas, lihat! Pemandangannya lebih cantik pagi ini karena ada sisa salju semalam," seru Lily antusias.
9.7280.4K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

Sedangkan Tiffany menarik selimut dan duduk di ranjang, menunggu pria itu keluar dari kamar mandi. “Maaf, aku tidak bisa memasak sarapan untukmu,” kata Tiffany saat melihat Reviano keluar dari kamar mandi dan sedang bersiap untuk pergi bekerja. “Tidak masalah, aku lebih suka kamu memuaskanku di ranjang daripada kamu sibuk di dapur,” jawab Reviano. “Apakah kamu tidak sarapan dulu?” tanya Tiffany. Pria itu melihat jam di tangannya dan berkata, “Sepertinya tidak cukup waktu untuk sarapan. Aku akan sarapan di kantor.”
103.7K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
The Calendula

The Calendula

"Tidak perlu, aku bisa menaiki taksi. Kau baru bangun dan juga harus pergi bekerja." "Serius? Kau tak apa?" Tiffany mengangguk, "Tidak apa, aku akan baik-baik saja. Lebih baik, sekarang kau siap-siap dan sarapan. Aku sudah membuatkanmu sandwich." "Baiklah, kalau begitu nanti sore saja aku akan menjemputmu." Tiffany berdehem, "Sepertinya tidak bisa, aku sudah ada janji dengan Rosa untuk pergi ke festival kecantikan."
106.9K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as breakfast at tiffany's
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status