Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Accidentally Fall For You

Accidentally Fall For You

Lily dapat melihat cafe ini tidak besar, dengan beberapa meja yang berderet di pinggir jendela dan beberapa kursi yang berada di meja bar. Lily sudah tidak asing dengan suasana cafe seperti ini. Kebanyakan warga Amerika akan menghabiskan waktu di tempat ini untuk sekedar sarapan. Meskipun ini cafe buka 24 jam, bahkan sebelum Lily bekerja di perusahaan Arsen ia sempat menjadi pelayan di cafe seperti ini. Namun yang membuat Lily heran adalah Arsen yang memilih tempat seperti ini. Lily sedikit menatap bingung suaminya yang kini duduk di hadapannya.
4.1K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as break time cafe
Read
+Library
Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Dewi memastikan setiap meja yang dia bersihkan mengkilap, hingga dia dapat melihat bayangan wajahnya tergambar pada tiap meja kaca yang ditemuinya. Cafe buka jam setengah tujuh pagi, biasanya para pengunjung akan menyesakki ruangan cafe itu untuk sarapan atau ada juga yang datang untuk memesan kopi sebelum memulai aktifitas kerja mereka. Seorang gadis berjalan keluar untuk menemui seorang pria yang datang membawa kotak bekal. Lalu kembali masuk melalui pintu kaca dan menaruh bekalnya di loker pekerja. Gadis itu kembali membawa cairan pembersih kaca dan juga lap wash yang sempat ia tinggalkan selama 7 menit.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as break time cafe
Read
+Library
Bukan Seorang Pengganti

Bukan Seorang Pengganti

"Oke." Waktu terus berlalu, berputar dengan cepat dan kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Harusnya kafe itu tutup jam delapan atau jam sembilan, tapi karena banyak pengunjung jadi para karyawan sepakat menambah jam buka agar mereka bisa mendapatkan bonus. Dira merasakan sangat lelah dan letih sejak bangun tidur hingga sekarang wanita itu belum mengistirahatkan tubuhnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as break time cafe
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

Rafael ngangguk. --- Minggu – Recovery Day Mereka bangun hampir jam sepuluh. Sesuatu yang udah lama nggak terjadi. “Coffee?” Rafael nyengir masih setengah sadar. “Please,” jawab Mey dari bawah selimut. Pagi itu slow banget. Nggak ngomongin kerjaan, nggak bikin rencana. Cuma… ada. Brunch di kafe langganan mereka, yang ada outdoor seat-nya.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 507 Times as break time cafe
Read
+Library
Hello to Papa

Hello to Papa

Bella menganggukkan kepalanya. "Kakek biasa tutup cafe jam berapa?" tanya Bella. "Biasa sih jam sembilan malam, kalau rame bisa sampe jam sebelasan. Tergantung." Jawab Kakek. Bella memangut-mangut. Ia kebingungan, mungkin karena banyak bertanya jadi ia kehabisan topik. "Kakek sebelumnya pernah punya karyawan?" tanya Bella.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as break time cafe
Read
+Library
Aku Pergi, Mas

Aku Pergi, Mas

canda Elif pada dua rekan kerjanya. Sore hari, Elif dan teman-teman yang memiliki shift pagi sudah bersiap-siap untuk pulang. Setelah berpamitan pada satu sama lain, masing-masing mulai meninggalkan kafe yang akan diganti oleh karyawan lain. Kafe tempat Elif bekerja, memang open selama 24 jam. Elif yang baru keluar sembari memperbaiki ikatan rambut yang hampir terlepas, tidak sadar jika seseorang tengah memperhatikannya semenjak tadi.
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 499 Times as break time cafe
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Kesayangan

Mendadak Jadi Istri Kesayangan

Anwar memperhatikan dengan seksama, lalu memberanikan diri bertanya, “Mbak, kelihatannya kurang fit hari ini? Apa mau istirahat dulu? Kami bisa urus kafe kalau Mbak mau pulang.” Kalula menggeleng cepat sambil memaksakan senyumnya, “Saya nggak apa-apa kok, War.” Anwar mengangguk sopan, lalu kembali ke dapur tanpa banyak bertanya lagi. Menjelang sore, kafe mulai ramai dengan pengunjung yang datang untuk menikmati waktu santai. Kalula duduk di meja kerjanya, mencoba menyibukkan diri dengan menyusun rencana promosi yang akan di adakan awal bulan nanti. Namun, pikirannya kembali terganggu saat ponselnya bergetar di atas meja.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as break time cafe
Read
+Library
Love Is Complicated

Love Is Complicated

Lynn memeriksa rekaman tadi pagi lalu menghela napas kasar tersenyum miring. "Ternyata kau ... apa alasanmu?" ujar Lynn lalu menatap mawar di tempat sampahnya, menyedihkan. Waktu jam menunjukkan pukul dua belas siang. Lynn keluar begitu saja tanpa mengajak Leiss. "Sendiri?" tanya Nina, karyawan Cafe Caffino. "Menu seperti biasa dan cappucino," ujar Lynn tak menghiraukan pertanyaan Nina tadi. Lynn tersenyum lalu berbalik menuju meja nomor 12 paling sudut.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as break time cafe
Read
+Library
Terpaksa menikah dengan gadis desa

Terpaksa menikah dengan gadis desa

Ia benar-benar menyesal, tetapi apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. "Permisi pak, kami pulang duluan" pamit para karyawan kafe. Saat itu juga Briyan tersadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Ia terlalu hanyut dalam khayalannya sehingga lupa waktu.
9.4117.3K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as break time cafe
Read
+Library
A different soul 2

A different soul 2

Tak lama kemuadian mereka sampai di salah satu cafe yang ada di daerah itu. "Hari ini gue mau ngenalin elu sama temen gue. Berhubung gue gak sendiri bangun cafe ini jadi gue butuh persetujuan dia buat lu kerja di sini" jelas Viki dengan nada suara tenang sambil membuka pintu cafe dan memberi akses untuk Keyra masuk. Dengan tenang Keyra memasuki cafe dan menatap ke sekeliling. "Ini cafe baru di bangun, sekitar dua mingguan tapi tenang aja kita ada uang buat gaji lu" kata Viki dengan tenang sambil menatap ke arah Keyra.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as break time cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status