Mendadak Jadi Istri Kesayangan
Anwar memperhatikan dengan seksama, lalu memberanikan diri bertanya, “Mbak, kelihatannya kurang fit hari ini? Apa mau istirahat dulu? Kami bisa urus kafe kalau Mbak mau pulang.”
Kalula menggeleng cepat sambil memaksakan senyumnya, “Saya nggak apa-apa kok, War.”
Anwar mengangguk sopan, lalu kembali ke dapur tanpa banyak bertanya lagi.
Menjelang sore, kafe mulai ramai dengan pengunjung yang datang untuk menikmati waktu santai. Kalula duduk di meja kerjanya, mencoba menyibukkan diri dengan menyusun rencana promosi yang akan di adakan awal bulan nanti. Namun, pikirannya kembali terganggu saat ponselnya bergetar di atas meja.
Hot Chapters