Fate Brings The Past
“Yura, lebih baik kamu makan, biar cepat selesai, kamu mau kembali kerja, kan.“ Yura menepuk jidatnya sendiri, kenapa dia jadi lupa soal itu. Astaga, Yura.
*
Patah hati itu memang sulit untuk menyembuhkannya, sekuat apapun menghadapinya, tetap aja benci itu ada. Seperti Yura saat ini, bertahun-tahun Yura hidup memendam rasa sakitnya sendiri, saat mulai sembuh, pria itu malah datang layak racun yang siap membasminya.
“Sekarang aku udah selesai, ayo pergi dari sini.“ Yura bangkit dari duduknya, dia melirik jam tangan di pergelangannya. O my god, harusnya sekarang dia udah ada di tempat dia bekerja, dia bisa kena tegur nih, ulah Raga membawanya sejauh ini membuatnya telat, lha, dia sih enak bos
Bab Populer