Me and You
“Boleh aku titip cemilan?”
“Kau mau apa?”
“Beng-beng dua ya.” Aku menghampiri mejanya dan memberikan selembar uang lima ribuan.
“Oke.”
Sepuluh menit kemudian, Sela datang dengan tangan yang menggenggam dua beng-beng yang kupesan tadi. Saat ia berjalan, aku berharap ada sosok yang ingin kulihat sendirian mengikutinya dari belakang. Sosok yang biasa berjalan beriringan dengannya setiap hari. Sayang, harapan itu tidak terwujud. Sampai ia masuk ke kelas, tak ada orang itu. Tidak ada.
Bab Populer