Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

Mata Tia terpejam merasakan sentuhan yang begitu pas. "Kamu mau apa? Nanti Mas belikan." "Gak mau makan apa-apa, kecuali rujak." "Jangan rujak terus. Tadi udah siang. Nanti dede bayinya kepanasan kamu kebanyakan makan pedas. Makan buah aja, mau?" Tia membuka matanya lagi. "Buah apa?" "Apel merah. Mau?" "Mau." "Sebentar Mas ambilin." Lelaki itu menyudahi memijit. Beranjak ke luar kamar.
1036.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 809 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Satu gigitan saja sudah cukup membuat pikirannya seolah diselimuti ketenangan yang mendalam. “Teman muda, ini adalah buah Jujube,” jawab lelaki tua itu tenang. “Buah ini sangat langka, dan hanya dimiliki paviliun senjata. Bahkan paviliun Alkemis yang ber-spesialis dalam apoteker tidak akan memiliki buah ini.”
9220.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai buah j
Tampilkan Ulasan (106)
Baca
+Pustaka
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

#PerumahanBejo23 #NezhaHauw
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

"Mari sini dulu, Le. Istirahat." Aku memarkir gerobak di pinggir jalan. Rodanya yang sudah aus mengerang protes. Aku berjalan mendekati pos ronda. Tubuhku masih mengeluarkan uap keringat malam bercampur embun. Bang Jali menyodorkan sesuatu. Sebatang rokok. Bukan rokok kretek murah yang biasa dia hisap. Ini Sampoerna Mild. Merek yang lebih mahal. Merek yang dia simpan untuk tamu atau hari raya.
733 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Aku kira Jesli dan kawan-kawannya baru akan keluar setelah beberapa bulan, tetapi beberapa hari kemudian, dia kembali menghubungiku. Sepertinya, Bang Boga mulai turun tangan. Dengan waktu peluncuran produk baru yang semakin dekat, Bang Boga juga terpaksa mulai terburu-buru. Dalam pesannya Jesli mengungkapkan kekesalannnya karena aku meninggalkannya begitu saja dan meminta agar aku benar-benar meluangkan waktu untuk menemaninya kali ini.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi
Baca
+Pustaka
Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Besar, berurat, menonjol gagah, dan sedikit melengkung ke atas mirip sabit yang siap memanen gairahnya. “Itu ... Pisang Jumbo?” gumam Rose spontan, suaranya nyaris hilang karena takjub. “Jagung bakar Afrika, Nyonya. Edisi terbatas, nggak dijual di minimarket mana pun,” sahut Julian dengan seringai nakal yang khas, masih sempat-sempatnya melawak meski napasnya sudah satu-satu.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Bulu Perindu

Bulu Perindu

Meski jalan yang mereka tempuh sudah pasti tidak baik dan tidak mudah. Mobil David berhenti di depan rumah dengan halaman luas berpagar tanaman. Rumah sederhana dengan gaya bangunan lama dengan banyak bukaan sirkulasi udara. Pohon mangga besar di sisi kanan rumah dan rumput hijau yang terpangkas rapi membuat rumah ini begitu teduh. David turun dari mobilnya diikuti Adelia. Dari dalam rumah muncul gadis remaja berambut panjang menyambut mereka berdua. “Assalamualaikum....”
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai buah j
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status