Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

"Ilmu yang tidak seorang pun berani membicarakan secara bebas, asalnya dari negeri Timur." "Apakah banyak orang yang memakai ilmu hitam seperti itu?" "Kamu tidak akan bisa menebak jumlahnya. Banyak orang yang tidak ingin menua dan mati, maka dengan senang hati mereka menjual jiwa kepada iblis." Mikaela menghela nafas. "Apakah mereka tidak akan mati?" "Tidak mungkin. Manusia pasti akan mati. Ilusi hidup abadi hanyalah tipu daya iblis."
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Si Manusia Kulkas

Si Manusia Kulkas

Selain memiliki wajah tampan, kelima laki-laki tersebut juga merupakan mahasiswa aktif dengan segudang presetasi. Rasya Artha Pratama si manusia kulkas yang memiliki wajah tampan juga senyumnya yang membuat semua orang mabuk kepayang. Tatapan mata yang tajam selalu membuat para kaum hawa ingin memilikinya. Rasya merupakan ketua BEM diUniversitas Surabaya. Sifatnya yang dingin membuat Rasya mendapat julukan si manusia kulkas. Meskipun memiliki julukan seperti itu, Rasya merupakan orang yang sangat baik dan juga penyayang, sampai saat ini belum ada perempuan yang mampu meluluhkan hati si manusia kulkas.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu Part 1 #Rhienz "Aw, sakit! Aku mohon, pelankan sedikit!" "Sabar sayang! Bertahanlah, sedikit lagi aku mencapai puncak! Bukankah kamu ingin segera punya momongan?" "Iya' sayang! Tapi gerakanmu terlalu kasar!" mendengar ucapanku, Anto hanya tersenyum. Ia sama sekali tidak peduli denganku yang merintih menahan keganasan nya di atas ranjang.
1058.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kitab yang Membalas Tiba-tiba, lembaran-lembaran kitab itu terangkat sendiri. Huruf-huruf meloncat dari halamannya dan mulai membentuk sosok manusia di udara. Sosok itu bukan makhluk. Bukan bayangan. Ia adalah Narasi yang Terkubur representasi dari semua kisah yang tidak diizinkan berkembang. Ia berkata dengan suara seribu tinta:
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

“Kau lebih mudah bicara. Dulu aku sama sekali tak tahu harus mengajakmu bicara seperti apa, tapi untuk yang sekarang kau lebih mudah. Singkatnya, kau lebih manusiawi.” “Tidak bisa! Aku tidak mungkin manusiawi!” Rad menolak dengan gelengan kepala. “Memang kenapa dengan manusiawi? Aku sudah katakan tadi, perubahan ini lebih baik menurutku.” Bree heran. “Karena aku bukan…” Tentu kata itu hanya akan tersimpan di dalam kepala Rad. ‘Bukan manusia’ tidak untuk dikatakan di hadapan Bree. “Bukan apa?” tanya Bree. Penasaran dengan kalimat setengah selesai itu.
9.538.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

“Ibu doakan Alya supaya tidak bertemu manusia-manusia itu, ya?” “Mereka bukan manusia, Sayang. Manusia itu mempunyai akal, bukan nasfu belaka. Itu, kenapa kepala kita di atas dan kemaluan di bawah? Karena akal yang mengendalikan nafsu. Itu yang membedakan manusia dengan hewan yang kepala sejajar dengan kemaluan. Nah, mereka itu binatang!” seruku sambil mengepalkan tangan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Suck Me Harder, Mr. Bodyguard! (INDONESIA)

Suck Me Harder, Mr. Bodyguard! (INDONESIA)

Jax’s PoV Aku menghempaskan tubuh yang sudah penat ke atas sofa dan memijit kening. Aku seharusnya tak akan merasakan apa yang manusia lain rasakan, karena aku berbeda. Mungkin aku belum mengatakan secara gamblang bahwa diriku memang bukan manusia, seperti yang mungkin dipikirkan oleh Ivanna. Namun, aku tak ingin ia tahu kenyataan ini. Terlebih mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Bukan Cinderella

Bukan Cinderella

“Penjahat yang tobat, jauh lebih baik daripada orang baik yang kerjaannya nyinyir kayak kamu.” “Seenggaknya, aku nggak pernah ngerusak rumah tangga orang lain,” kata Anin membela diri. “Perempuan yang bisanya cuma morotin laki orang, nggak pernah tahu gimana sakitnya ada di posisi istri sah. Syukur-syukur nggak mati bunuh diri.” Untuk satu hal ini, Rindu memang tidak bisa membela Lita. Namun, ia tetap tidak suka dengan mulut Anin yang terdengar tajam itu.
1043.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

"Ouh begitu ya? Tapi kenapa orang itu bentuknya aneh, seperti gambar gepeng." Arga kembali tertawa dan mengucapkan kata 'gambar gepeng'. "Hei... Apa? Apa yang kau tertawa kan?" Hina memegang pinggangnya dengan kedua tangan dan bertanya dengan nada cemberut. Arga: "Itu memang bukan manusia, mereka hanya animasi." Hina: "Animasi?" Arga: "Iya, itu adalah video atau acara TV yang dibuat dengan gambaran tangan atau sistem komputer oleh manusia."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Teng tong "Maaf, ini siapa ya?" tanya bibi. "Andina. Istri pertama, Wildan." "Oh. Silahkan masuk, Non. Saya panggilkan Den Wildan dulu ya." Andina menjatuhkan pantatnya di sofa. Pandangannya menelisik seisi ruangan rumah Ella. "Ehm..." Deheman Ella membuyarkan fokus Andina. Wildan menemui Andina bersama dengan Ella. Madu yang tidak tahu diri. Andina sebal rasanya.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai bukan manusia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status