Sentuh Aku, Om Dokter!
Sebuket bunga mawar merah berukuran besar, kelopak-kelopaknya segar dan cerah, menyemarakkan ruangan dapur yang tadinya hanya terisi aroma masakan.
Tentu saja itu untukku. Tapi kok tumben dia membelikanku bunga? Hari ini bukan ulang tahunku, bukan hari jadi pernikahan kami juga.
"Maaf, Mas ... aku nggak dengar, lagi masak nasi goreng soalnya," jawabku sambil tersenyum. Wajahku seketika merona seperti buah ceri ketika dia berlutut di depanku, mengulurkan tangan dengan penuh kelembutan memberikan buket bunga itu.