Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali
Satu demi satu, buket bunga terbentuk, memancarkan pesona dan warna yang tak terlukiskan.
Ketika matahari mulai condong ke barat, toko itu tidak lagi terlihat seperti reruntuhan. Kini, aroma melati, mawar, dan eucalyptus memenuhi setiap sudut. Jendela toko memantulkan cahaya senja, dan di dalamnya, bunga-bunga segar seolah bernyanyi. Aisyah berdiri di depan, mengamati hasil kerja kerasnya. Matanya berkaca-kaca, bukan karena lelah, melainkan karena haru.
Hot Chapters