Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
Arlina menoleh padanya dengan senyum cerah, "Kalau soal cinta, tetap paling seru jatuh cinta sama Pak Rexa."
Arlina memang pintar mengucapkan kata-kata rayuan pada Rexa dan Rexa juga memang sangat menyukainya. Keningnya sedikit mengendur, matanya pun dipenuhi senyum.
"Buket sebesar ini, sayang sekali kalau disimpan di rumah. Cepat atau lambat akan layu."
"Nggak masalah. Senyum yang kamu tunjukkan saat menerima bunga itulah nilai sejati bunga ini, jadi sama sekali nggak ada yang sia-sia."