DIKIRA MISKIN
Aku mendengkus kesal, sepertinya Mbak Wiwid begitu percaya dengan perkataan Mbak Ranti kalau aku akan meminjamkan uang receh dari celengan ayam jago yang cara membukanya dengan di banting dan uangnya akan jatuh berhamburan.
Aku tidak menjawab permintaan Mbak Wiwid dan gegas masuk kamar. Kuambil dompet berwarna biru dan membukanya, mengambil lembaran uang merah sebanyak lima puluh lembar sesuai permintaan Mbak Wiwid. Kita lihat, apakah setelah ini ia masih bisa menghinaku lagi.
"Ini, Mbak." Aku menyodorkan uang yang ditumpuk itu kepada Mbak Wiwid.