Mayat di Atas Ranjang
Mereka kembali berjalan ke arah yang sama, ke bukit tandus yang tadi ditunjuk Anggita, setidaknya itulah yang terakhir kali Hendi lihat, bukit tandus berwarna tembaga tanpa ada tanda-tanda kehidupan apa pun.
“Bukitnya juga hilang?” Hendi terpana melihat bukit yang juga berwarna lembayung, dari tempatnya berdiri, dia juga melihat hamparan bunga berwarna-warni menyebar membentuk motif acak di punggung bukit. “Itu bukan bukit yang sama dengan yang kau tunjuk, kan?”
Anggita menggeleng. “Itu masih bukit yang sama. Akan ada banyak keajaiban yang menunggumu, Sayang. Seperti yang kau lihat, tempat ini sama sekali tidak buruk, kan?”
Bab Populer