Menanti Kabut dan Awan Berpaling
Baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani aborsi, aku mengirim pesan kepada suamiku.
[Aku sudah menggugurkan kandunganku.]
Ardian Mahendra membalas, [Oke].
Aku menatap angka itu, tiba-tiba merasa agak lucu.
Bertahun-tahun ini, setiap kali aku memberitahunya sebelum melakukan pekerjaan berisiko tinggi, yang kuterima adalah [Oke].
Mengingatkannya untuk mencariku jika aku tidak bisa dihubungi dalam dua puluh empat jam, yang kuterima juga [Oke].
Saat aku terjebak di bawah reruntuhan akibat tanah longsor dan hilang kontak selama tujuh puluh dua jam penuh. Dalam ketakutan yang luar biasa, aku mengirimkan tiga ratus sembilan pesan minta tolong kepada Ardian.
Dia membalasnya dengan tiga ratus sembilan angka [Oke].
Saat itulah aku baru menyadari dengan perasaan terkejut, bahwa yang kuterima selama ini hanyalah balasan otomatis.
Ardian tidak pernah membaca pesanku.
Tentu saja dia juga tidak tahu bahwa sejak setengah bulan lalu, aku sudah memberitahunya kalau aku akan menerima tugas luar negeri.
Dan aku akan menggugurkan kandungan hari ini.
Semangat dan energinya selama ini hanya milik wanita yang memenuhi beranda media sosialnya.
[Peringatan hari ke-1000, yang juga ulang tahun Selly.]
Foto yang dilampirkan adalah tangkapan layar obrolannya dengan Selly Harfa.