2nd (second) Destiny
“Sekarang tak perlu kau risaukan, bacalah sepuasmu. Jika perlu kubuatkan ruang baca untukmu.”
“Tak perlu Tuan, ini sudah cukup. Terima kasih untuk segala yang telah kau berikan untukku dan Orang Tuaku, ini sudah terlalu berlebih untukku.”
“Jangan, jangan berkata begitu. Ini tidak seberapa,” sela Edward sambil melihat kearah tumpukan buku yang berada di pangkuan Risha, keningnya sedikit berkerut.
Dari beberapa buku yang berada di pangkuan Risha hanya dua buah buku saja yang dia ingat pernah membelinya, sedangkan yang lain itu buku yang terasa asing walau dia mengerti itu jenis buku apa.
Hot Chapters