Bayang Pedang Cahaya Bulan
Matanya menatap panji asing yang bergerak dari arah barat, formasi kecil namun rapi itu kini semakin dekat, cukup dekat untuk memperlihatkan lambang di panjinya, sebuah bulan sabit ganda yang saling membelakangi.
Sekte Bulan Sabit.
Ia tidak sempat berpikir lebih jauh tentang apa arti kedatangan mereka, karena sebuah tombak melesat dari sisi kanan, mengincar iga Han Zhu yang lengah. Liu Tianming melompat maju, tongkat komandonya menangkis tombak itu sepersekian detik sebelum ujungnya menembus zirah Han Zhu, namun benturan itu membuat tongkatnya sendiri retak, kayu tua yang telah menemaninya bertahun-tahun akhirnya menyerah pada tekanan yang terlalu besar.