Pelakor Itu Ternyata Bawahanku
Gerakan tanganku yang sedang mengaduk nasi di penggorengan pun berhenti.
"Iya," jawab ibu santai sambil mengelap tangannya pada hand towel, lalu kembali berkata, "Dia pernah nylametin Arjuna waktu kena bullying dulu. Maklum, kami keluarga biasa yang masuk sekolah elit. Apalagi Juna cuma pakai beasiswa untuk bisa sekolah di sana."
Aku semakin penasaran. Segera kumatikan kompor yang kebetulan memang nasi gorengnya sudah matang lalu fokus mendengarkan cerita ibu. "Mas Juna pernah di-bully, Bu?"