Cinta Satu Malam
Bima masih penasaran dengan bunga yang di pilih oleh sang kakek, biasanya bunga untuk menabur di makam adalah bunga warna warni, bukan bunga indah seperti itu.
"Apa bunga itu kesukanan nenek?" tanya Bima hanya menduga saja.
"Kau benar sekali Bima, cucu kakek memang cerdas," ucap tuan Alexander.
Bima membantu kakeknya memilih bunga berwarna putih bagus itu, lalu di berikan kepada penjaga toko agar di rangkai, mereka juga membeli bunga untuk tabur, tak lupa juga minyak wangi.