CALON MERTUAKU
Gila aja, udah berapa kali aku dipakai, baru dia bahas apa aku ingin ada di sisinya atau nggak.
“Kamu lihat dulu.” Dia menujuk ke arah kuburan.
Oke ada nisan dari kayu, semen yang mengelilingi beberapa kuburan. Aku mulai menghitung.
“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.” Lalu aku terdiam. Kok, banyak banget kuburan di tengah hutan?