Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perlahan Mencintaimu

Perlahan Mencintaimu

Icha menyukai suasananya, dia memutuskan untuk berkeliling kafe sendirian, menjelajahi setiap sudut dan mengenali semua hal tentang kafe. Kafe ini bernama Son’s Caffe, dirintis Aldy sejak satu tahun yang lalu. Bangunannya masih sewa dan berada di kompleks ruko yang mana sekitarannya merupakan toko elektronik, komputer, toserba. Letaknya yang cukup strategis ini membuat kafenya sangat mudah ditemukan oleh pemuda yang sedang mncari tempat untuk nongkrong bersama teman-teman mereka.
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 478 Times as cafe singgah
Read
+Library
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

“Ya sudah, sekarang kita balik lagi ke rumah sakit, kata Roni korban dari rumah sindikat itu udah ada di rumah sakit.” “Ayo!” tanpa berkata-kata banyak, Atira langsung melangkahkan kakinya keluar cafe. Sedangkan Zafran hanya mengangkat tangannya saja, memberi kode ke arah pramusaji. Sebenarnya kafe itu merupakan kafe miliknya dan menu yang disuguhkan adalah menu-menu western dan tidak ada nasi goreng pete. Betapa kalang kabut para pegawai dan chef karena pesanan bos nya itu, pasalnya mereka harus menyediakan pete dan nasi dalam waktu sekejap.
1036.0K viewsCompletedAdded to Library 864 Times as cafe singgah
Read
+Library
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

"Cake cokelat biasanya paling cepat laku, jadi letakkan di posisi paling terlihat." Satu per satu karyawan mulai berdatangan. “Pagi, bos! Pagi, nyonya bos!” sapa Minjae, kepala café, sambil membungkuk sopan. Lelaki muda itu mengenakan apron berwarna navy dengan logo café di dada kirinya. Jennie membalas senyumannya. “Pagi, Minjae! Wah, kau tepat waktu seperti biasa.”
10959 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as cafe singgah
Read
+Library
Jangan Berhenti Mencintaiku!

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Di pintunya tertempel kertas: "Dibutuhkan Barista & Server. Walk-in Interview." Nama kafenya unik: Together in Tune. Dilla menarik napas panjang, merapikan rambutnya, dan melangkah masuk. Alunan musik jazz yang lembut serta aroma biji kopi yang baru dipanggang langsung menyergap indranya, memberikan rasa tenang yang aneh. Di dalam, seorang pria paruh baya yang tampaknya manajer operasional menyambutnya.
10436 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as cafe singgah
Read
+Library
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

ajaknya. "Chic Brew?" tanya Sarah, menyebutkan cafe dekat kantor yang menjadi favoritnya kalau harus lembur dengan tumpukan berkas. "Ayolah, gue traktir," Daniel lebih dulu berdiri. "Asyik! Gue mau liquid cocaine, ya," Sarah berseru, menyebutkan salah satu menu kopi yang paling strong di cafe Chic Brew dengan harga yang lumayan. "Gue nggak tanggung kalau lama-lama lo kena asam lambung, ya," peringat Daniel.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as cafe singgah
Read
+Library
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Aku pergi dulu, Ma.” “Nggak honeymoon, lo?” Fayra mentatap heran pada Safir, yang sudah berada di kafe 24 jam miliknya. Sebenarnya, kafe tersebut bukan murni milik Fayra, tetapi, ia juga memiliki sebagian saham di sana. Tidak hanya kafe, tetapi Fayra juga memiliki saham di beberapa tempat usaha, yang mampu memberinya income setiap bulan. “Nggak,” jawab Safir singkat.
9.8398.5K viewsCompletedAdded to Library 14.7K Times as cafe singgah
Read
+Library
MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

"Kerja apa? Ini kan mahal, Bi." "Aku boleh bilang? Tapi jangan marah ya. Tenang saja, uang ini halal kok." Safira mengangguk antusias. "Aku kerja di Cafe, Yang." "Maksudnya jadi pelayan cafe?" "Oh, bukan. Tapi part time menyanyi di sana." "Menyanyi?" "Iya, jual suara, demi kamu." "Ih Abi, aku serius!" "Iya, aku dua rius malah."
9.959.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as cafe singgah
Read
+Library
HARMONY

HARMONY

“Lah kan tadi naik keatas, lo sibuk sendiri sih jadi engga sadar kan” Sagara terus meng-scroll konten toktok yang ada di rekomendasi berandanya. “Eh ada coffee shop baru nih, kapan-kapan nongski disana sabi lah ya” kata Sagara. “Sekarang dimana-mana udah ada coffee shop ye, jadi bingung mau ngopi dimana” celetuk Abian.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as cafe singgah
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Nyanyiannya tiba-tiba terhenti begitu melihat seseorang berjalan ke arahnya. “Pak,” panggil Reza sembari menyimpan gitar ke kursi samping. Sosok yang dipanggil barusan dengan cepat membuka pintu, lantas duduk di ruang tamu. “Kopi hideung (hitam),” ucapnya. “Pak, tadi Reza—” “Kopi hideung,” sela Pak Dede cepat. Reza hanya mengacak rambut bingung, lantas pergi ke dapur. Ia kembali dengan satu gelas kopi di atas nampan. Tak biasanya sang bapak minta dibuatkan kopi.
9.774.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as cafe singgah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status