Jerat Ambisi Cinta sang Dokter
Lelaki itu masih begitu menikmati mie miliknya, membuat Callista gemas setengah mati.
“Aku panggil Bung, boleh?” pancing Callista yang kembali meraih sendok, lawan bicaranya saja asyik makan, kenapa dia tidak boleh?
Rudi nampak menghentikan aktivitas makannya, “Bung? Bung Karno, Bung Hatta atau Bung Tomo? Aku bukan komentator bola, Ta!”
Callista mencebik, siapa tadi yang mengatakan bahwa Callista boleh memanggil apapun selama itu Callista nyaman? Kenapa sekarang Rudi lantas protes? Dasar lelaki ini ternyata menyebalkan.
Hot Chapters