Ditinggal di Pelaminan
Aku menatapnya dan tersenyum, mengucapkan kata-kata yang sama seperti tiga tahun lalu, “Karena aku sudah memilih, aku tidak akan menyesal.”
Perbedaannya adalah, tiga tahun lalu aku memilih Candra. Tapi sekarang, aku memilih Irfan. Mendengar itu, senyum di bibir Irfan semakin melebar. Kami berjalan menuju altar, dan di hadapan semua tamu, kami mengucapkan janji seumur hidup.
Namun tepat di saat itu, pintu aula tiba-tiba terbuka dengan suara keras. Candra berlari masuk, berkeringat, dan berteriak lantang, “Aku tidak setuju!”
Hot Chapters