Terjebak Gairah Siluman
Suasana remang, hanya lampu darurat yang menyala.
Wulan melangkah keluar. Ia tahu persis di mana kamera-kamera itu berada. Ia berhenti tepat di bawah salah satu lensa, menatapnya dengan pandangan sayu yang menantang. Dengan gerakan perlahan, ia meraih tali tipis di bahunya, membiarkan terusan sutra itu meluncur turun hanya beberapa inci, menyingkap pangkal payudaranya yang kenyal.
"Kau menonton, Ano?" bisiknya, sengaja mendekat ke arah dinding agar mikrofon tersembunyi bisa menangkap suaranya.