Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

bisiknya sambil mengatur angle kamera. Tapi tangannya tidak berhenti. Ia mengambil beberapa foto dari belakang, memperlihatkan punggung mulusnya, lekuk pinggangnya, dan lekuk pinggulnya yang sempurna. Foto-foto itu terlihat sensual tapi tidak vulgar. Artistik, tapi tetap menggoda. Raya menatap hasil jepretannya, memilih foto yang menurutnya paling bagus. Wajahnya memanas. "Oke. Oke. Ini cukup bagus. Tapi apa aku benar-benar akan melakukan ini?"
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai camera woman sus art
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Iin Rahayu
masak sampai bab 435 konfliknya ga ada habisnyaa, kapan cerita yg benar² mereka bahagia dengan cerita yg benar² kehidupan sehari² Ares dan Raya, dan Raya juga tdk Hamil². Siapa lg yg mereka hadapi hbs ini??
Diana
Kakak kenapa sekarang UP Bab nya sedikit sekali dan siang2... ayo kakak yang semangatttt pengen denger cerita Raya hamil dan bagaimana reaksinya Ares pleaseeee kakak🫶🏻🫰🏻... Semangat ya kak selamat menjalankan ibadah puasa......🫶🏻🫰🏻...
Baca Semua Ulasan
SUSAN

SUSAN

Seperti biasa Sidney akan kembali menjaga jarak saat kami berjalan di depan para karyawannya, baru setelah kami masuk ke dalam Lift, Sidney kembali mendekatiku. "Tolong jangan menciumku sekarang," kataku tiba-tiba ketika tanpa sadar sudah menyentuh dada keras Sidney untuk menghentikannya. "Kenapa denganmu, Susan?" Aku hanya menggeleng cepat. "Aku tidak ingin ada yang mengosipkan kita." "Tidak ada yang melihat kita, Susan." "Siapa bilang, bukankah di setiap lift di pasang kamera." Aku sengaja menatap Sidney saat mengedikkan alis.
1070.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

“Nah itu bagus, pertahankan.” Shutter kameranya terdengar beberapa kali. Mas Arsen beneran fokus, matanya mantengin layar kamera, kadang maju sedikit, kadang mundur dua langkah. Cara dia motret bikin gue merasa… diperhatiin. Dalam cara yang lembut, bukan yang terlalu blak-blakan. “Kamu kelihatan cantik kalau kena cahaya kayak gini, nanti kamu lihat hasilnya bagus semua,” katanya sambil tetap motret.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Ia segera membuka benda itu karena pengirimnya adalah orang kepercayaannya di rumah. Lagi, Tyo menghentikan mobilnya. Nomor itu mengirim beberapa foto. Ia segera membukanya, dan gambar-gambar yang tertangkap indera penglihatannya membuatnya menahan napas. Foto-foto itu memperlihatkan Susan sedang berada di kolam renang dengan pakaian sangat minim. Foto-foto itu diambil dari beberapa sudut, namun dari semuanya menunjukkan satu kesamaan: Susan tampak sangat menikmati aktivitasnya. Bahkan cenderung berlebihan.
1052.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kata Kalsti sendirian. Matanya mengarah pada sebuah kamera mikro yang terletak pada sisi ruangan, nampaknya itu adalah alat yang sangat dia sayangi. Kamera itu tidak berbentuk sebuah kamera, tapi lebih mirip dengan sebuah kertas, kecil, tipis. Kertas itu masih terbungkus rapi dengan bungkus semacam mika bening. “Baiklah, mungkin sudah saatnya aku mengeluar-kan maha karya ini.” Wajahnya berseri-seri.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Kubuat Suamiku Lumpuh

Kubuat Suamiku Lumpuh

Akhirnya wanita berbaju merah maroon itu mengambil kamera yang disodorkan Hana lalu maju beberapa langkah, dan memulai memotret kami berlima. Damai sekali rasanya. Selesai memotret Susan langsung pergi ke belakang tanpa berkata apapun pada kami. "Hih dasar lakor!" "GTM ya." "Apaan GTM?" "Ga tahu malu." "Hahaha." Mereka kompak terbahak. Dirasa kehabisan gelas aku beranjak ke dapur hendak mengambil gelas lagi. Namun, di dekat kulkas Susan berdiri sambil menatapku tajam.
1043.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Beberapa temannya ditanya, namun mereka tak menjawab. Susi menggertakkan giginya. Tangan terkepal kuat, matanya nyalang, mengamati setiap sudut rumah dan berhenti saat menatap ujung tangga atas. Mulutnya terbuka, tak percaya akan apa yang dilihatnya. Dengan cepat, dia merogoh kantong seragamnya dan mengeluarkan ponsel dari sana. Susi bersembunyi di dekat guci besar, mengarahkan kamera pada dua sosok yang berdekatan di ujung tangga.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Duda Bucin

Jerat Cinta Duda Bucin

Sussana menoleh, “Iya Bun.” “Kita pulang sekarang,” ajak Halimah. Sussana mengangguk, dia menatap sekeliling kamarnya. Mengambil salah satu pigura yang ada di dinding kamar, dengan foto Akbar yang menggendong Yuna dan Sussana yang sedang hamil Arka. ‘Bahkan kita belum berfoto berempat,’ batin Sussana. ***
9.8178.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
NAIK RANJANG: Nikah Dengan Kakak Ipar

NAIK RANJANG: Nikah Dengan Kakak Ipar

Tak lama kemudian, ia sudah memejamkan mata. Karena tak bisa tidur lagi, kubuka-buka galeri milik Puspita. Tampak foto-fotonya dan Rofi yang tampak begitu mesra. Juga gambar-gambar kartunnya dengan tulisan di bawahnya, sepertinya hasil screnhoot. Ting! Satu pesan WA masuk. Dari Susi. Pit, ikut ke Taman matahari gak? Aku lagi gak ada budget, pinjamin uang yaa. Bulan depan kubalikin
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Di Dalam Tubuh Bos Tampan

Di Dalam Tubuh Bos Tampan

dengan lantang, karena mengira seseorang yang membuka pintu adalah sosok pria sang pemilik apartemen. Manik hitam Hana langsung membulat begitu melihat siapa tamu yang di hadapannya itu. Seorang artis yang sangat ia kenal rupanya, dan yang membuat ia makin terkejut sebuah kamera yang langsung menangkap wajahnya dalam format HD. “KAMU SIAPA?” jerit Salia dengan muka berang. Ia bahkan tak lagi menutupi kepura-puraannya di depan kamera. “SIAPA HAH?” ulangnya lagi masih dalam nada tinggi delapan oktaf.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai camera woman sus art
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status