Terjebak Mantra!
Kata Kalsti sendirian.
Matanya mengarah pada sebuah kamera mikro yang terletak pada sisi ruangan, nampaknya itu adalah alat yang sangat dia sayangi. Kamera itu tidak berbentuk sebuah kamera, tapi lebih mirip dengan sebuah kertas, kecil, tipis. Kertas itu masih terbungkus rapi dengan bungkus semacam mika bening.
“Baiklah, mungkin sudah saatnya aku mengeluar-kan maha karya ini.” Wajahnya berseri-seri.