Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahim Kedua

Rahim Kedua

Pintu ruang meeting itu diketuk membuat Damar dan Aliya menoleh ke arah pintu. “Siapa?” tanya Aliya pada Damar dengan berbisik. “Kameramen yang akan bekerja denganmu. Oh, masuk!” Pintu terbuka dan Sean muncul dari balik pintu dengan lesung pipi yang muncul di wajahnya ketika ia tersenyum. “Duduk Sean,” perintah Damar pada laki-laki itu.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Dia memejamkan mata dengan erat, sementara tangannya mencengkeram pinggiran meja hingga kayu mahal itu seolah akan retak. “Tuan Daniel? Anda baik-baik saja?” suara seorang investor dari London bertanya dengan nada heran. Daniel menarik napas tajam. Ia tidak bisa melanjutkan ini dengan kamera menyala. Wajahnya mulai memerah, dan keringat mulai tampak di pelipisnya. Dengan gerakan cepat yang dia samarkan sebagai kegagalan teknis, Daniel mengeklik ikon untuk mematikan kamera dan mikrofon. Sebuah notifikasi muncul di layar para investor: Connection Unstable – Reconnecting.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Pembantu nakal saya

Pembantu nakal saya

Seorang pria mendekatinya dengan pistol. "Terserah kamu di mana kamu membuangnya." Perintah ini untuk dua orang yang terluka. Aku tertegun saat dia menoleh ke kamera. "X-Xander...?" Saya menekan jeda untuk melihat lebih dekat ke wajahnya dan saya memang Xander, pria di video itu. Saya sudah tahu suaranya, saya pikir saya salah dengar tapi saya benar ... itu dia.
17.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Menantu Hina Yang Dihormati

Menantu Hina Yang Dihormati

Austin kembali mengamati ruang penjara yang ia tempati, ia menemukan celah untuk membakar kamera pengintai dan juga speker yang sedari tadi membuatnya muak. Pergerakan kamera ia amati, terus menatap hingga membuat Robert bingung. "Apa yang kau lakukan?" tanya Robert melihat wajah serius Austin yang menatap kamera dengan wajah serius. 'Satu, dua, tiga,' batinnya menghitung, tepat angka tiga ia langsung menyemburkan api ke arah kamera dan juga speker secara bersamaan.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
MY BAD BOSS

MY BAD BOSS

Alex yang duduk di sebelah Hana ikut memperhatikan layar telepon genggam Hana. Hana mengangguk seraya menekan earpiece-nya. “Xenon!” “Hanasta!” Salam sapa dari suara seorang laki-laki muda itu segera terdengar di telinga Hana. “Apa yang didapat dua kamera pengintai mungil itu?” Hana terlihat tak sabar.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
The Billionaire's Little Victim

The Billionaire's Little Victim

Kaca filmnya yang gelap menyembunyikan sosok di dalamnya. ​Seorang pria dengan jaket kulit hitam duduk di kursi pengemudi. Sinar bulan yang masuk lewat celah kaca, sebuah tato mawar hitam yang melilit di lehernya, naik hingga ke belakang telinga. Ia memegang sebuah kamera dengan lensa tele yang panjang, baru saja menangkap momen saat Edward berlutut di hadapan Estela melalui jendela lantai dua. ​Pria itu menurunkan kameranya dan menyeringai. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol panggilan cepat.
10671 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Ralat, mereka membiarkan kamera bekerja selayaknya CCTV. “Bang Adnan!” Amanda berseru memanggil sembari melambaikan tangan. Senja memutar bola mata, percuma juga ia menahan gadis itu. Pada akhirnya, Manda memanggilnya juga. Dugaan Senja sebelumnya memang seperti ini, Amanda mengenali salah satu pria yang memegang kamera. Pemilik nama yang merasa di panggil, langsung melambaikan tangan balik, lalu tersenyum manis. Ia tidak balik menyapa Amanda karena ini masih dalam lingkup bekerja.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Mantan Kekasihku Adalah Tunangan Kakakku

Mantan Kekasihku Adalah Tunangan Kakakku

Cklek. Suara rana kamera berbunyi berulang kali dalam heningnya sore. Dari kejauhan, seorang pria berjaket tebal memotret setiap interaksi, gestur memohon Vernon, hingga jarak dekat mereka berdua dengan sangat jelas.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Ranjang Panas Pengantin Pengganti

tawarnya. Namun yang didapatkan pria itu adalah sebuah gelengan. "Terima kasih, aku menunggu taksiku saja." Pun Xavier tak memaksa. "Baiklah. Kalau begitu aku duluan. Senang berkenalan denganmu dan sampai bertemu besok di kampus," pamitnya. "Ah iya." Pria itu berlalu meninggalkan Rosélia. Tanpa keduanya sadari, selama mereka berbicara, sebuah lensa kamera menyorot tanpa penghalang. Hanya saja tak sampai mendengar apa yang mereka bicarakan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Ejekannya tajam dan terlatih. Beni menggigit bibir, darahnya mendidih tapi otaknya berteriak untuk tetap tenang. Konflik di sini akan merusuk segalanya. Tepat saat ketegangan memuncak, sebuah suara keras, serak, dan penuh kepalsuan menyela dari samping. “Wah, wah, wah! Pertemuan apa ini? Mantan kameramenku yang menyedihkan?”
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai cameraman x speaker man
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status