Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Pada bahasa sentuhan fisik.
Saat Rendra menghentak masuk, ada sebuah ketegasan yang hampir seperti hukuman, sebuah klaim yang ingin membuktikan keberadaan dan dominasinya sebagai suami. Tubuh Riani melengkung, bukan hanya karena sensasi fisik, tetapi juga karena kejutan dan intensitas dari sebuah penetrasi yang selama ini selalu ia hindari.
“Kamu merasakannya?”
Pertanyaan yang keluar dari bibir Rendra di antara napas yang berat bukanlah rayuan. Itu adalah sebuah tantangan, sebuah kebutuhan untuk validasi.