Hamil anak siapa?
cemberut Nadia.
“Kamu duduk aja di sini, ya, habisin makanannya, aku ke sana dulu.” Rana beranjak, ia meninggalkan Nadia yang hanya bisa menganga. Suara obrolan dengan bahasa Jepang, membuat Nadia pusing sendiri karena tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa negara matahari terbit itu. Ia bisanya bahasa Inggris, bahasa lainnya, Jerman, tapi tidak paham juga. Sepertinya otaknya buntu, ia lebih suka mendesain baju seperti bakat dan hobinya yang sudah mulai menghasilkan pundi-pundi rupiah sedikit demi sedikit, setidaknya cukup untuk jajan sendiri.