Susahnya Jadi Mas Joko
“Taaapi.., kamu harus bicara, Ko! Bukan dengan tujuan untuk memberi tahu aku, bukan! Tapi untuk menurunkan ribuan ton beban di gerobak batin kamu itu. Supaya kamu bisa sedikit merasa.., apa namanya? Plong, nah begitu. Tidak usah sungkan, tidak usah malu, Ko. Ini wajar, kok. Semua manusia butuh bicara.”
“Curhat?”
“Iya! Itu istilah cabe-cabeannya! Tapi istilah kita sebagai orang dewasa adalah, bicara!”
Aku menghirup nafas yang dalam.
“Bagaimana? Kamu mau bicara?”
Aku diam. Alex paham bahwa diamku ini artinya adalah “iya”.
“Kamu mau menurunkan sebagian muatan di gerobak batin kamu?”
Aku tetap diam. Artinya, iya.
Hot Chapters