여기 can you hear my heart와 관련된 84개의 소설이 있습니다. 일반적으로 can you hear my heart와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Romansa 및 Lainnya 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 SUAMIKU LUPA JALAN PULANG 부터 시작해보세요!
Hening.
Kami sama-sama membisu, andai bisa didengar mungkin detak jantung inilah yang paling keras suaranya disini dan saat ini. Andaikan letaknya di luar pasti juga aku akan malu karena begitu kencangnya irama itu yang membuat diri ini seakan menjadi remaja yang sedang terbuai dalam sebuah rasa yang bernama cinta.
"Bagaimana?" Lagi suara itu seolah menusuk hati ini untuk secepatnya berbicara.
Pandangannya makin kabur, suara detak jantungnya sendiri terdengar aneh di telinga.
Jangan tinggalkan Mama... bisiknya dalam hati, sebelum segalanya gelap menelannya.
Toh memang inilah tujuannya.
Saat pertama kaki menjejakkan kakinya ke dalam club, Seruni seketika merasa tidak nyaman. Kerasnya suara musik membuat telinganya berdenging dan jantungnya bergetar dalam artinya yang sebenar-benarnya. Setiap alunan musik berdentam, jantungnya ikut bergetar. Seruni baru tau kalau fenomena jantung bergetar ternyata bukan melulu hanya karena cinta. Volume musik yang terlalu kencang pun, ternyata bisa juga.
Tidak semudah itu.
Kenyataannya, ketika jantung berdegup tidak normal, tubuh bergetar seperti dialiri aliran listrik, hati berdesir hebat, maka lidah akan terasa kelu. Untuk berkata satu huruf pun rasanya sulit dan itu yang Alana rasakan saat ini.
Seketika darahku terasa membeku karena tidak ada sama sekali hembusan udara hangat yang keluar dari sana.
Karena masih belum percaya, aku segera menempelkan telingaku tepat di dada kirinya. Syukurlah, aku masih bisa mendengar detak jantungnya, namun berdenyut begitu lemah, lambat, dan nyaris tak terasa.
“Kalau tak bisa melihat, dengarkan. Kalau tak bisa meraba, cium. Kalau semuanya mati... maka kau harus menjadi kematian itu sendiri.”
Mahesa memejamkan mata. Ia mengatur napas. Telinganya menangkap suara tanah yang retak, daun yang tergesek, napas panas yang menebar dari mulut siluman.
Dan... ada satu hal lagi.
Jantung.
Mahesa mendengarnya. Di sisi kanan dada makhluk itu, ada detak tak teratur. Seperti... luka lama yang tak pernah sembuh.
Nenek itu berkata lagi dengan lirih, "Kau mendengar degub jantungnya?"
"Tidak."
"Bodoh kamu!" ucap nenek itu seenaknya saja. "Aku mendengar degub jantungnya. Keras. Itu tandanya dia deg-degan!"
"Aku hanya mendengar desir darahnya mengalir di sekujur tubuh."
"Wah, itu lebih hebat! Suara desiran darah bisa sampai di telingamu, itu hebat!"
"Tapi sepertinya darahmu sendiri yang kudengar, Nek!"
Bagaimana mungkin?
Jantung berpacu gila-gilaan hingga tubuhku mematung. Bukan karena kecantikan yang terpampang nyata di dalam cermin, melainkan fakta bahwa aku bisa mendengar suara. Aku tidak melihat gerak bibir Mbak Win. Aku benar-benar mendengar suaranya dengan begitu sempurna.
“Udah kelar?” Terdengar suara lembut dari arah kanan.